Strategi Besar Pangandaran: Lintas Pantai untuk Pemerataan Wisata
Pangandaran, global aktual – Pembangunan Jembatan Sodongkopo merupakan bagian dari kebijakan besar Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pengembangan kawasan wisata. Kebijakan tersebut digagas pada masa kepemimpinan Jeje Wiradinata yang berfokus pada dua agenda utama, yakni penataan kawasan wisata pantai dan penguatan konektivitas lintas pantai dari Pantai Pangandaran hingga Pantai Madasari.
Penataan kawasan wisata pantai dilakukan untuk mengurangi kepadatan aktivitas pariwisata yang selama ini terpusat di kawasan Pantai Pangandaran. Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah mendorong penyebaran titik-titik wisata ke sejumlah kawasan lain, seperti Pantai Batuhiu, Pantai Batu Karas, hingga Pantai Madasari. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan pemerataan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di wilayah Pangandaran bagian timur dan barat.
Sementara itu, kebijakan kedua diarahkan pada pembangunan konektivitas lintas pantai. Jalur ini dirancang untuk menghubungkan kawasan wisata dari Pantai Pangandaran hingga Madasari secara berkesinambungan, sehingga akses antarobjek wisata menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Konektivitas tersebut diyakini akan membuka peluang ekonomi baru, mulai dari sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga perikanan dan jasa transportasi lokal.
Dalam mendukung konektivitas lintas pantai tersebut, pemerintah daerah yang dipimpin Jeje Wiradinata bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat jaman Ridwan Kamil membangun sejumlah infrastruktur strategis, antara lain Jembatan Merah, Jembatan Aston, Jembatan Wiradinata Ranggajipang, jembatan menuju kawasan wisata Batuhiu, serta pembangunan bentangan jalan dari Pangandaran hingga Madasari. Puncak dari rangkaian pembangunan tersebut adalah penyelesaian Jembatan Sodongkopo yang menjadi penghubung vital jalur lintas pantai.

Pembangunan Jembatan Sodongkopo sendiri merupakan hasil komunikasi lintas pemerintahan yang berkelanjutan sejak masa kepemimpinan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dukungan tersebut diwujudkan melalui alokasi anggaran APBD Provinsi Jawa Barat, hingga dilakukan peletakan batu pertama oleh Ridwan Kamil saat masih menjabat sebagai gubernur.
Proses pembangunan kemudian berlanjut pada masa Penjabat Gubernur Jawa Barat hingga akhirnya diselesaikan pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Di ujung penyelesaian proyek, komunikasi yang intensif antara Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dinilai berjalan baik, sehingga pembangunan Jembatan Sodongkopo dapat dituntaskan sesuai rencana.
Tokoh masyarakat Pangandaran, Agus Mulyana, menilai keberadaan Jembatan Sodongkopo membawa dampak besar bagi sektor pariwisata dan perekonomian warga.
“Dengan adanya Jembatan Sodongkopo, akses menuju kawasan wisata Batu Karas akan jauh lebih cepat. Ini otomatis membuat pariwisata berkembang dan mendukung perputaran ekonomi, termasuk aktivitas nelayan yang melintas antarwilayah,” ujarnya.
Menurut Agus, antusiasme masyarakat terhadap jembatan tersebut juga sangat tinggi. Selain mempercepat akses wisata, keberadaan jembatan dinilai akan meningkatkan okupansi hotel dan restoran di kawasan Batu Karas, serta mendorong wilayah tersebut menjadi destinasi favorit wisatawan domestik hingga mancanegara karena terhubung dekat dengan bandara.
Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya, Iwan M Ridwan, menjelaskan bahwa anggaran pembangunan Jembatan Sodongkopo sepenuhnya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat. Perencanaan dilakukan sejak tahun 2022, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pada 2023. Namun, pada tahap awal, pembangunan belum sepenuhnya rampung sehingga dilakukan penghitungan ulang dan dilanjutkan melalui penganggaran pada APBD Provinsi 2025 yang ditetapkan saat masa Penjabat Gubernur Jawa Barat.

“Alhamdulillah, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan, pembangunan Jembatan Sodongkopo tetap berjalan hingga dilanjutkan pada masa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ini menjadi jembatan kebanggaan masyarakat Pangandaran dan sementara menjadi yang terpanjang di wilayah ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Penjabat Gubernur Jawa Barat saat penetapan APBD 2025, hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melanjutkan pelaksanaan pembangunan. Kedepan, setelah penyelesaian pembangunan, Jembatan Sodongkopo akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran sebagai aset daerah, mengingat status jalannya merupakan jalan kabupaten.
Pemerintah daerah kabupaten Pangandaran yang dipimpin oleh Citra Pitriyami diharapkan dapat menjaga dan memanfaatkan infrastruktur tersebut secara optimal untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pangandaran.
Kini, Jembatan Sodongkopo tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga telah menjadi ikon baru Kabupaten Pangandaran. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sebagai kawasan wisata terpadu, sekaligus menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan pemerataan ekonomi masyarakat pesisir. (Hrs)

