Daerah

Diduga Dana Desa Rp400 Juta Tak Jelas, Warga dan Pemuda Desa Nata Segel Kantor Desa

Bima, global aktual – Warga bersama pemuda Desa Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, melakukan aksi penyegelan Kantor Desa pada Rabu (7/1/2026). Aksi tersebut dipicu dugaan penyelewengan Dana Desa oleh oknum bendahara desa berinisial Y yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.
Peristiwa ini bermula ketika masyarakat mencium adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran desa. Oknum bendahara Y disebut menghilang beberapa hari terakhir, bersamaan dengan munculnya dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp400 juta.

Aksi penyegelan kantor desa dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan transparansi pengelolaan keuangan desa. Penyegelan tersebut berlangsung dengan pengawasan aparat keamanan setempat, yakni Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Nata, guna menjaga situasi tetap kondusif.
Warga menilai Pemerintah Desa Nata tidak terbuka dalam pengelolaan Dana Desa. Selain itu, masyarakat juga menuding adanya monopoli penggunaan anggaran yang membuka peluang terjadinya manipulasi oleh oknum bendahara desa.

Keresahan warga semakin memuncak karena hingga saat ini honor RT, RW, guru ngaji, serta marbot masjid belum dibayarkan. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan bahwa dana yang seharusnya disalurkan kepada masyarakat telah habis atau disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Salah seorang pemuda Desa Nata, Adnan, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan murni sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap tata kelola keuangan desa.

“Kami hanya ingin transparansi. Dana Desa itu hak masyarakat dan harus digunakan sesuai peruntukannya, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” ujar Adnan kepada media ini.

Ia juga mendesak agar oknum bendahara desa berinisial Y segera kembali dan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan klarifikasi secara terbuka terkait penggunaan anggaran desa yang menjadi sorotan.

Menurut Adnan, masyarakat masih membuka ruang musyawarah agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik, selama ada itikad baik dari bendahara desa yang bersangkutan.

“Kami minta bendahara desa segera kembali dan menyelesaikan masalah ini secara musyawarah. Pilihannya jelas, dana yang diduga diselewengkan dikembalikan sesuai peruntukannya, atau persoalan ini berlanjut ke ranah hukum,” tegasnya.

Warga dan pemuda Desa Nata berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting agar ke depan pengelolaan Dana Desa dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat demi mewujudkan Desa Nata yang lebih baik dan bebas dari praktik korupsi. (Nasaruddin Pers)

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)