Komunitas Bhakti Sosial Desa Soriutu Paparkan Laporan Tahap I dan Visi-Misi Tahun 2026
Dompu, global aktual – Komunitas Bhakti Sosial (KBS) Desa Soriutu, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan pemaparan laporan realisasi program tahap pertama sekaligus penyampaian visi dan misi organisasi tahun anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (15/1/2026) dan dihadiri unsur pemerintah desa serta lembaga kemasyarakatan setempat.
Hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Soriutu, Ketua dan anggota TP PKK, BPD, LPM, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Soriutu.
Dalam sambutannya, Ketua KBS menyampaikan sejarah terbentuknya Komunitas Bhakti Sosial yang merupakan lembaga resmi desa berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Soriutu Nomor 19 Tahun 2025 tanggal 24 November 2025. KBS dibentuk sebagai wadah sosial kemasyarakatan yang berlandaskan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan gotong royong.
Komunitas Bhakti Sosial (KBS) mengusung visi “Berbuat dan Berbakti Tanpa Pamrih” dengan misi menumbuhkan semangat kepedulian sosial di masyarakat, melaksanakan kegiatan bantuan sosial dan kemanusiaan secara sukarela, memfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta membangun solidaritas antarwarga Desa Soriutu. Visi dan misi tersebut dinilai sejalan dengan arah pembangunan desa dalam mewujudkan Desa Soriutu yang Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur.
Selain itu, KBS memiliki struktur organisasi yang jelas dan legal, mulai dari pelindung dan penasihat yang terdiri atas Kepala Desa, BPD, LPM, dan TP PKK, hingga pembina, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta koordinator divisi. Struktur ini dibentuk untuk memastikan program kerja berjalan terarah dan akuntabel.

Ketua KBS, Ny. Rusni Fatayat, dalam laporan realisasi kegiatan tahap pertama menjelaskan bahwa meskipun baru berjalan sekitar satu bulan, KBS telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut meliputi dukungan bagi warga yang sakit, bantuan doa arwah bagi keluarga kurang mampu, hingga bantuan bagi warga dengan penyakit berat, dengan nominal yang bervariasi sesuai kebutuhan.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pengumpulan beras secara sukarela dari rumah ke rumah di 12 dusun se-Desa Soriutu. Dari kegiatan tersebut, jumlah beras yang terkumpul bervariasi di setiap dusun, mulai dari 18 kilogram hingga hampir 100 kilogram per dusun, yang selanjutnya disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Sumber pendanaan KBS berasal dari sumbangan sukarela anggota, donasi masyarakat umum, bantuan lembaga lain yang tidak mengikat, serta penggalangan dana resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Desa Soriutu, Imam Suanto, S.Pd, mengapresiasi keberadaan dan kinerja Komunitas Bhakti Sosial Desa Soriutu. Ia berharap KBS terus mendapat dukungan dari masyarakat dan dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain dalam membangun kepedulian sosial dan solidaritas warga.
“Semoga dengan niat dan itikad baik pengurus KBS, kegiatan sosial ini terus berjalan dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
(Nasaruddin Pers)

