DLH Jabar Didemo Aktivis, Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal Jadi Sorotan
Bandung, global aktual – Puluhan massa yang tergabung dalam Perkumpulan Aktivis Anak Bangsa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Selasa (10/2/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap dugaan pembiaran aktivitas tambang pasir ilegal di Desa Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.
Dalam aksi tersebut, massa menuntut DLH Jawa Barat bertanggung jawab atas dugaan beroperasinya kembali tambang pasir ilegal yang disebut milik PT RBP. Para aktivis menilai instansi tersebut tidak menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan aturan lingkungan secara maksimal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, demonstrasi berlangsung dengan membawa sejumlah poster berisi tuntutan penghentian tambang ilegal. Massa juga sempat membakar ban di depan gerbang kantor DLH Jawa Barat sebagai simbol protes terhadap dugaan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pertambangan yang dinilai merusak lingkungan.
Sekretaris Jenderal Aktivis Anak Bangsa, Dena, dalam orasinya menyampaikan bahwa dugaan tambang ilegal tersebut telah lama dilaporkan kepada pihak berwenang, namun aktivitasnya disebut masih berlangsung. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap pelanggaran lingkungan.
“Tambang ini sebelumnya telah dilaporkan dan bahkan disebut pernah disegel, tetapi diduga kembali beroperasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan yang dilakukan,” ujar Dena saat menyampaikan orasi di lokasi aksi.
Selain menyoroti dugaan pembiaran aktivitas tambang, massa aksi juga mendesak Kepala DLH Provinsi Jawa Barat untuk mengevaluasi kinerja jajarannya. Bahkan, sebagian orator meminta pimpinan DLH untuk mundur dari jabatannya apabila dinilai tidak mampu menjalankan tugas pengawasan dan perlindungan lingkungan.
Para demonstran menilai keberadaan tambang ilegal berpotensi merusak ekosistem serta merugikan masyarakat sekitar. Mereka mendesak pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas dengan menutup aktivitas tambang yang tidak memiliki izin serta memperkuat pengawasan terhadap kegiatan eksploitasi sumber daya alam.
Aksi berlangsung di depan Kantor DLH Jawa Barat dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga aksi berakhir, massa menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam menangani dugaan tambang ilegal di wilayah Kabupaten Bandung. (Hrs)