Bupati Dompu Bahas Penyempitan Jalur Lintas Ternak, Siap Tinjau Lokasi dan Cari Solusi Berimbang
Dompu, global aktual – Pemerintah Kabupaten Dompu menggelar diskusi bersama para petani ternak untuk membahas persoalan penyempitan jalur lintas ternak menuju kawasan pegunungan, Selasa (18/2/2026) malam. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu.
Dalam diskusi tersebut, para petani ternak menyampaikan keluhan terkait kondisi jalur lintas ternak yang semakin menyempit. Jalur yang sebelumnya memiliki lebar lebih dari 50 meter, kini di sejumlah titik tersisa sekitar 5 meter. Penyempitan ini dinilai membahayakan keselamatan ternak saat melintas menuju area pegunungan.
“Ruang gerak ternak sangat terbatas. Sudah ada ternak yang jatuh, ada yang mati di tempat dan ada juga yang berhasil diselamatkan,” ungkap salah satu perwakilan petani ternak di hadapan Bupati.
Menurut para peternak, penyempitan jalur terjadi akibat aktivitas perladangan yang memanfaatkan sebagian area lintasan ternak. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena jalur tersebut merupakan akses utama bagi ternak untuk naik dan turun gunung.
Petani ternak berharap pemerintah daerah dapat mengembalikan fungsi jalur lintas tersebut dengan lebar minimal 50 meter seperti kondisi sebelumnya, guna menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas beternak.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Dompu menyatakan akan segera meninjau langsung lokasi untuk memastikan kondisi faktual di lapangan. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik tanpa merugikan salah satu pihak.
“Ternak harus dilindungi karena berternak adalah identitas masyarakat Dompu. Namun peladang juga harus kita lindungi haknya.
Kita tidak boleh mengorbankan yang satu untuk melindungi yang lain. Semua harus seimbang. Besok saya akan turun langsung meninjau lokasi,” tegasnya.
Selain membahas jalur lintas, Bupati juga menekankan pentingnya pengawasan kesehatan hewan. Ia menginstruksikan agar setiap ternak yang keluar masuk wilayah pelepasan Doroncanga wajib divaksinasi. Penertiban portal di wilayah Kempo juga akan dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit dan kontaminasi bakteri.
Peninjauan lapangan dijadwalkan dilakukan dalam waktu dekat guna memastikan solusi konkret dapat segera dirumuskan. Pemerintah berharap dialog ini menjadi langkah awal penyelesaian persoalan secara adil dan berkelanjutan.
Melalui pendekatan dialogis ini, Pemerintah Kabupaten Dompu berupaya menjaga keseimbangan antara sektor peternakan dan pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat Dompu, sekaligus memastikan kondusivitas tetap terjaga di tengah dinamika lapangan. (Nasaruddin Pers)
