Idi Kurniadi Dinilai Pahami Fiskal dan Stabilitas Birokrasi, Pas Sebagai Sekda Pangandaran
PANGANDARAN, global aktual – Dinamika pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pangandaran yang memasuki berakhirnya masa jabatan Kusdiana kian menghangat. Nama Idi Kurniadi, S.IP., MM., yang saat ini menjabat Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), disebut pantas sebagai kandidat calon sekda Pangandaran yang dinilai memiliki kapasitas teknokratis dan stabilitas karakter untuk mengisi posisi strategis tersebut.
Dalam sejumlah diskusi informal yang berkembang di tengah masyarakat dan kalangan birokrasi, dukungan terhadap Idi disebut semakin menguat. Seorang tokoh masyarakat Pangandaran bahkan menyatakan bahwa sosok yang dinilai paling memahami kondisi riil fiskal daerah
“Sebenarnya sudah diketahui publik tanpa perlu disebutkan berulang-ulang.”
“Orang sudah tahu semua. Idi Kurniadi memahami struktur APBD secara detail dan punya semangat untuk meluruskan tata kelola yang belum optimal,” ujarnya.
Menguatnya nama Idi Kurniadi tidak lepas dari sejumlah pertimbangan yang dinilai rasional dan kontekstual.
Tokoh yang juga dijuluki Bapak Pembangunan Pangandaran, menjelaskan, pertama, faktor putra daerah.
“Sebagai warga asli Pangandaran, Idi dinilai memahami karakter sosial, kultur birokrasi, serta dinamika politik lokal. Kedekatan emosional ini dianggap menjadi modal penting dalam membangun komunikasi efektif antara pemerintah daerah dan masyarakat, ” tegasnya.
Kedua, penguasaan teknokratis terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dalam kapasitasnya sebagai Kepala BKAD, Idi berada di garda depan pengelolaan keuangan daerah. Di tengah tantangan fiskal, ketergantungan terhadap dana transfer pusat, serta kebutuhan pembiayaan pembangunan, daerah dinilai memerlukan Sekda yang memahami detail perencanaan, penganggaran, hingga pengendalian keuangan.
“Sekda ke depan harus benar-benar mengerti struktur fiskal, bukan hanya administratif. Stabilitas pemerintahan sangat bergantung pada kekuatan pengelolaan anggaran,” katanya.
Ditambahkannya, ketiga, integritas dan stabilitas birokrasi. Posisi Sekda bukan hanya jabatan administratif, melainkan koordinator seluruh organisasi perangkat daerah. Figur yang mampu berdiri di atas semua kepentingan faksional dan fokus pada visi kepala daerah dinilai menjadi kebutuhan mendesak. “Kami menilai Idi memiliki karakter yang relatif tenang, tidak konfrontatif, namun tegas dalam regulasi, ” tandanya.
Jabatan Sekda memegang peran sentral sebagai motor penggerak birokrasi. Ia bertanggung jawab memastikan kebijakan kepala daerah berjalan efektif, menjaga ritme kerja perangkat daerah, serta menciptakan stabilitas administrasi pemerintahan.
Kabupaten Pangandaran saat ini tengah berupaya memperkuat kemandirian fiskal dan mengoptimalkan sektor pariwisata sebagai penopang ekonomi. “Dalam konteks itu, Idi-lah yang memahami strategi penguatan pendapatan daerah dan efisiensi belanja dinilai krusial, ” tegasnya tanpa tedeng aling aling.
Meski dukungan terhadap Idi Kurniadi terlihat menguat, proses pengisian jabatan Sekda tetap akan melalui mekanisme seleksi terbuka oleh panitia seleksi (pansel) sesuai ketentuan perundang-undangan. Hasil akhir nantinya akan ditentukan oleh pimpinan daerah berdasarkan rekomendasi pansel.
Munculnya nama Idi Kurniadi menjadi bagian dari dinamika wajar dalam bursa jabatan strategis. Namun harapan publik Pangandaran, figur yang terpilih harus mampu menjaga stabilitas birokrasi sekaligus memperkuat fondasi fiskal daerah di tengah tantangan ekonomi yang tidak ringan. (Hrs)
