447 Rumah di Maluk Terdampak Banjir, Desa Mantun Paling Parah
Maluk, global aktual – Sebanyak 447 rumah warga di Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terdampak banjir akibat curah hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu (23/2) hingga Senin (24/2).
Berdasarkan hasil monitoring lapangan yang dilakukan pada Senin (24/2) pukul 12.01 Wita, hujan deras menyebabkan sejumlah sungai dan saluran drainase meluap sehingga air masuk ke permukiman warga. Genangan merendam ratusan rumah yang tersebar di lima desa.
Data sementara mencatat, Desa Mantun menjadi wilayah paling terdampak dengan 234 rumah terendam. Disusul Desa Benete sebanyak 99 rumah, Desa Bukit Damai 56 rumah, Desa Pasir Putih 41 rumah, dan Desa Maluk 17 rumah.
Tim monitoring melaporkan, hingga laporan awal disusun, hujan masih turun meski ketinggian air berangsur surut. Namun, genangan masih terlihat di sejumlah ruas jalan dan pekarangan rumah warga, sehingga aktivitas masyarakat di beberapa titik masih terganggu.
Kegiatan pemantauan lapangan berlangsung hingga pukul 21.15 Wita dalam kondisi aman dan terkendali. Aparat bersama perangkat desa terus melakukan pengawasan guna memastikan keselamatan warga serta mempercepat langkah penanganan pascabanjir.
Secara umum, banjir di Kecamatan Maluk dikategorikan berdampak sedang hingga berat, terutama di Desa Mantun dan Desa Benete. Meski tren penurunan debit air mulai terlihat, perhatian khusus tetap diperlukan mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi.
Pemerintah setempat bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan langkah lanjutan, seperti percepatan distribusi bantuan bagi warga terdampak, normalisasi saluran air, serta penguatan koordinasi lintas sektor untuk meminimalkan risiko banjir berulang.
Perkembangan situasi di wilayah terdampak masih terus dipantau guna memastikan kondisi tetap aman dan kebutuhan masyarakat dapat segera tertangani. (Nasaruddin Pers)
