Launching Pangandaran BESAR, DLHK Tegaskan Kebersihan Jadi Kunci Wisata Kelas Dunia
Pangandaran, global aktual – Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) resmi meluncurkan program Pangandaran BESAR (Bersih, Sejuk, Aman, dan Ramah) sebagai upaya memperkuat komitmen menjadikan Pangandaran destinasi wisata berkelas dunia.
Peluncuran program tersebut disampaikan langsung oleh Kepala DLHK Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, dalam kegiatan launching yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pariwisata, termasuk pelaku usaha, pedagang pantai, dan organisasi kepariwisataan.
Irwansyah menegaskan bahwa semangat Pangandaran BESAR sejalan dengan nilai Sapta Pesona, yang menjadi fondasi utama pengembangan pariwisata. Menurutnya, kebersihan merupakan kunci utama keberhasilan destinasi wisata, karena tanpa lingkungan yang bersih dan tertib, daya tarik wisata akan menurun.
“Kalau destinasi wisata kita kotor, maka wisatawan tidak akan nyaman. Kebersihan ini adalah kunci keberhasilan pariwisata. Pangandaran harus aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan meninggalkan kenangan baik bagi wisatawan,” ujar Irwansyah.
Untuk mendukung program tersebut, DLHK telah menyiapkan 13 unit truk sampah yang seluruhnya dalam kondisi layak operasi. Selain itu, sekitar 30 unit kontainer sampah telah diperbaiki dan sebagian sudah ditempatkan di kawasan pantai, sementara sisanya akan segera dilengkapi dan dipasang.
“Truk sampah siap, personel siap, kontainer siap. Kontainer akan ditempatkan di sepanjang pantai untuk memudahkan masyarakat, pedagang, dan wisatawan membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.
Irwansyah juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya pedagang dan pelaku usaha di kawasan pantai, untuk ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan. Ia menekankan bahwa keberhasilan Pangandaran BESAR tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran bersama.
Sementara itu, Ketua BPC PHRI Pangandaran, Agus Mulyana, turut mendukung program tersebut dengan membagikan kantong sampah plastik kepada pedagang dan pelaku wisata di Pantai Pangandaran. Ia menyebut bahwa sebagian besar persoalan sampah di pantai masih berasal dari aktivitas pedagang.
“Pedagang, khususnya di kawasan pantai, harus ikut bertanggung jawab atas kebersihan. Ini demi kepentingan kita bersama,” ujarnya.
Agus menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan penuh PHRI terhadap program DLHK, sekaligus ajakan kepada seluruh stakeholder pariwisata untuk bersinergi mewujudkan Pangandaran yang bersih dan nyaman.
Melalui program Pangandaran BESAR, pemerintah daerah berharap tercipta kesadaran kolektif agar kebersihan lingkungan menjadi budaya bersama, sehingga Pangandaran benar-benar siap menjadi destinasi wisata unggulan tingkat nasional maupun internasional.

