Libur Akhir Tahun 2026, Wisata Citumang Body Rafting Diserbu Wisatawan
Pangandaran, global aktual – Momen libur panjang akhir Tahun Baru 2026 membawa dampak signifikan terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Salah satu destinasi yang mengalami lonjakan pengunjung adalah wisata alam Citumang Body Rafting yang berlokasi di Desa Bojong, Kecamatan Parigi. Sejak pagi hari, kawasan ini dipadati wisatawan dari berbagai daerah, menyebabkan antrean panjang di pintu masuk hingga area persiapan body rafting.
Kepadatan pengunjung terlihat jelas di sepanjang jalur masuk kawasan wisata. Ratusan wisatawan tampak mengenakan pelampung keselamatan sambil menunggu giliran untuk menyusuri aliran Sungai Citumang yang dikenal memiliki air jernih dan panorama hutan yang masih alami. Sebagian besar wisatawan datang bersama keluarga maupun rombongan, memanfaatkan sisa waktu libur untuk berwisata alam.
Supervisor Citumang Body Rafting, Edi Riadi, mengungkapkan bahwa lonjakan pengunjung pada akhir libur tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari normal. Menurutnya, puncak kepadatan terjadi menjelang penutupan masa libur Tahun Baru.
“Sejak beberapa hari terakhir jumlah pengunjung terus meningkat. Pada akhir libur Tahun Baru ini, kunjungan bisa naik berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa. Wisatawan datang dari berbagai daerah, baik dari Jawa Barat maupun luar provinsi,” ujar
Edi Riadi, Minggu (awal Januari 2026).
Ia menjelaskan, tingginya minat wisatawan terhadap Citumang Body Rafting tidak lepas dari daya tarik wisata alam yang menawarkan pengalaman petualangan sekaligus rekreasi keluarga. Selain itu, kondisi cuaca yang relatif cerah selama masa libur turut mendukung aktivitas wisata air berjalan lancar.
Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, pihak pengelola menerapkan sistem pengaturan antrean dan pembatasan jumlah peserta yang turun ke sungai. Setiap kelompok wisatawan diberangkatkan secara bergelombang dan wajib didampingi oleh pemandu berpengalaman yang telah dibekali pelatihan keselamatan.
“Kami menerapkan standar operasional yang ketat. Setiap pengunjung wajib menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan helm, serta mengikuti arahan pemandu demi menghindari risiko selama aktivitas body rafting,” jelas Edi.
Selain aspek keselamatan, pengelola juga meningkatkan koordinasi dengan petugas keamanan dan pihak terkait guna memastikan kelancaran arus wisatawan di dalam kawasan. Pengawasan dilakukan mulai dari pintu masuk, area tunggu, hingga jalur sungai yang dilalui wisatawan.
Meski harus mengantre cukup lama, antusiasme pengunjung tetap tinggi. Sejumlah wisatawan mengaku tidak keberatan menunggu karena keindahan alam Sungai Citumang dan sensasi menyusuri aliran sungai menjadi pengalaman yang berkesan, khususnya saat dinikmati bersama keluarga.
Edi Riadi menambahkan, pihaknya terus mengimbau wisatawan untuk menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, keberlanjutan wisata Citumang sangat bergantung pada kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian alam.
“Kami berharap wisatawan bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman, sekaligus ikut menjaga lingkungan. Dengan begitu, Citumang Body Rafting dapat terus menjadi destinasi unggulan Pangandaran,” pungkasnya. (Hrs)

