Bangunan Terancam Roboh, Proses Belajar Mengajar di SDN 12 Manggelewa Berjalan dalam Bayang-Bayang Bahaya
Dompu, global aktual – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Manggelewa, Desa Lanci Jaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan guru serta ratusan siswa. Proses belajar mengajar terpaksa tetap berlangsung meski berada di bawah ancaman atap sekolah yang rawan roboh.
Setiap kali hujan lebat disertai angin kencang atau terik matahari menyengat, aktivitas belajar mengajar kerap dihentikan. Guru dan siswa memilih keluar dari ruang kelas karena khawatir bangunan tidak mampu menahan kondisi cuaca ekstrem. Situasi ini sudah berlangsung cukup lama dan menimbulkan ketidaknyamanan sekaligus kekhawatiran serius.
Kepala SDN 12 Manggelewa mengungkapkan bahwa kondisi fisik sekolah tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi melanggar prinsip keselamatan dan kesehatan lingkungan pendidikan. Meski demikian, pihak sekolah tetap berupaya menjalankan kegiatan belajar mengajar demi hak pendidikan para siswa.
“Setiap hari kami mengajar dengan rasa waswas. Anak-anak tetap belajar, guru tetap mengajar, meski ketakutan selalu ada. Kami berusaha bertahan karena pendidikan tidak boleh berhenti,” ungkap Kepala Sekolah saat ditemui media ini, Selasa (12/01/2026).
Pihak sekolah mengaku telah berulang kali menyampaikan laporan dan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu. Namun hingga kini, tanggapan yang diterima masih sebatas janji tanpa realisasi nyata di lapangan.
SDN 12 Manggelewa yang berdiri sejak tahun 1985 tersebut kini menampung sekitar 225 siswa dengan hanya enam Ruang Kegiatan Belajar Mengajar (RKBM). Kondisi ini menyebabkan kelebihan kapasitas dan semakin memperparah situasi belajar yang sudah tidak layak.
“Kami tidak menuntut fasilitas mewah. Kami hanya ingin ruang kelas yang aman dan nyaman agar anak-anak bisa belajar dengan tenang, seperti anak-anak di sekolah lain, khususnya di wilayah perkotaan,” tambahnya.
Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Dompu, khususnya Dinas Dikpora, dapat segera turun langsung melihat kondisi nyata SDN 12 Manggelewa dan mengambil langkah konkret. Menurut mereka, membiarkan kondisi ini berlarut-larut sama artinya dengan mempertaruhkan keselamatan sekaligus masa depan generasi penerus.
Melalui media ini, Kepala Sekolah beserta seluruh jajaran guru kembali menyuarakan harapan agar jeritan mereka didengar dan sekolah tersebut mendapatkan perhatian serta penanganan serius dari pemerintah.
(Nasaruddin Pers)

