Biddokkes Polda Sulsel Resmi Serahkan Tujuh Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Makassar, global aktual – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan secara resmi menyerahkan tujuh jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 kepada pihak keluarga, Sabtu (24/1/2026). Penyerahan berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Sulsel dan dilakukan setelah seluruh jenazah berhasil diidentifikasi.
Prosesi penyerahan diawali dengan pelaksanaan shalat jenazah dan berlangsung khidmat serta penuh haru. Tujuh jenazah yang diserahkan merupakan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dievakuasi dan diidentifikasi oleh tim gabungan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., bersama sejumlah pejabat lintas instansi, di antaranya Dirjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi., M.M., Deputi Operasi Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, S.E., M.M., M.Tr.Opsla, Kapusident Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum, Karo Labdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.F, serta Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, M.A.R.S., QHIA.
Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia menegaskan bahwa Polri bersama instansi terkait telah bekerja maksimal sejak proses evakuasi hingga identifikasi korban.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Sejak awal kejadian, seluruh unsur terkait telah berupaya maksimal dalam proses evakuasi dan identifikasi,” ujar Kapolda.
Kapolda Sulsel juga memastikan bahwa Polri akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban hingga seluruh proses pemakaman selesai.
“Hari ini kami menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga. Polri akan terus mendampingi sampai proses pemakaman tuntas. Atas nama pemerintah dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, kami menyampaikan duka cita yang mendalam,” tambahnya.
Penyerahan jenazah tersebut menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada para korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 sekaligus wujud empati dan tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan. (Ikbal Nakku)

