Jeje Wiradinata Benahi KUD Minasari, Fokus Pangkas Rantai Distribusi Ikan
Pangandaran, global aktual – Ketua KUD Minasari Haji Jeje Wiradinata melakukan observasi dan analisa menyeluruh terhadap kinerja KUD Minasari setelah kembali fokus mengelola koperasi tersebut pasca berakhirnya masa jabatan sebagai Bupati Pangandaran pada 20 Februari 2025. Langkah ini dilakukan untuk membenahi sistem dan meningkatkan kembali volume transaksi yang mengalami penurunan signifikan.
Jeje Wiradinata menjabat sebagai Bupati Pangandaran sejak 17 Februari 2016 hingga 20 Februari 2025. Selama masa itu, ia mengaku perhatian utamanya terserap pada peletakan fondasi pembangunan daerah, baik makro maupun mikro, sehingga pengelolaan KUD Minasari belum sepenuhnya optimal. Setelah estafet kepemimpinan daerah diserahkan kepada Hajah Citra Pitriyami SH, ia mulai memusatkan perhatian pada pembenahan koperasi nelayan tersebut.
Observasi dilakukan langsung ke lapangan dengan pendekatan problem solving untuk menjawab penyebab turunnya volume dan nilai transaksi KUD Minasari. “Dari hasil kajian, tercatat target transaksi tidak tercapai hingga sekitar Rp20 miliar, meski Pangandaran dikenal sebagai daerah wisata dengan tingkat konsumsi ikan yang tinggi dari warga dan wisatawan, ” kata Jeje Wiradinata, Sabtu (31/01/2026).
Hasil analisa menunjukkan persoalan utama bukan pada produksi hasil tangkapan, melainkan pada panjangnya rantai distribusi dan harga jual yang kurang kompetitif. Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan memilih tidak masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
“Sebagai langkah strategis, pengelolaan aktivitas pelelangan dipusatkan di satu TPI, sementara TPI muara ditutup meski sebelumnya mencatat transaksi tahunan sekitar Rp5–7 miliar. Kebijakan ini diambil untuk konsolidasi sistem dan penguatan kontrol harga serta volume lelang, “ucapnya.
Strategi lain yang diterapkan adalah memotong rantai pasar dan menetapkan harga yang lebih kompetitif agar menarik minat nelayan kembali melelang hasil tangkapan di KUD Minasari. “Dengan meningkatnya volume lelang, diharapkan pendapatan koperasi dan perlindungan harga bagi nelayan ikut meningkat, ” tegas Jeje.
Selain itu, Ketua KUD Minasari, H. Jeje Wiradinata juga turun langsung memberikan edukasi kepada juru lelang agar tidak menetapkan harga dasar terlalu rendah, sehingga proses lelang lebih efisien dan hasilnya optimal. “Manajemen koperasi juga tengah menyusun skema peningkatan variabel pendapatan bagi petugas sebagai bagian dari penguatan kelembagaan,” tegasnya.
Pembenahan ini merupakan bagian dari visi penguatan sistem koperasi yang sehat dan produktif melalui optimalisasi TPI, peningkatan pendapatan koperasi, serta perlindungan harga jual hasil tangkapan nelayan. (Hrs)

