DLHK NTB Dukung Safari Sumbawa Menanam, 750 Pohon Ditanam di Hutan RTK 70
Sumbawa, global aktual – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadiri kegiatan Safari Sumbawa Menanam yang dilaksanakan di kawasan Hutan RTK 70, Desa Mata, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (31/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
Kehadiran DLHK NTB diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI, Faruk, S.Hut., MM.Inov. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., serta dihadiri Sekretaris Daerah Sumbawa, DPRD, TP PKK, Forkopimda, Muspika, kepala sekolah, kepala desa, siswa Pramuka, tokoh masyarakat, Kelompok Tani Hutan, dan hampir seribu peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa program Safari Sumbawa Menanam bukan hanya kegiatan penanaman pohon, tetapi juga bentuk edukasi dan pesan moral kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian hutan. Ia menilai keberadaan hutan yang masih utuh harus dipertahankan melalui pengawasan dan pengelolaan yang tepat.
Selain itu, pemerintah daerah menyoroti perlunya inventarisasi kawasan yang mengalami perambahan hutan. Bupati juga mengarahkan masyarakat agar lahan yang sebelumnya digunakan untuk menanam jagung dialihkan menjadi tanaman produktif yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomi seperti kemiri, sengon, alpukat, dan nangka.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga melarang penanaman jagung di sepanjang pinggir jalan kawasan hutan karena berpotensi merusak infrastruktur. Sebagai bentuk dorongan kepada petani, pemerintah menyiapkan program penghargaan berupa satu ekor sapi bagi petani yang beralih ke tanaman produktif.
Dalam upaya menjaga keamanan kawasan hutan, Satgas Perlindungan dan Pengamanan Hutan terus diperkuat untuk menekan aktivitas ilegal seperti penebangan liar, perambahan, dan kebakaran hutan.
Pemerintah daerah juga membuka peluang investasi di sektor kehutanan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Sementara itu, Plt Kepala Balai KPH Wilayah VI, Faruk, menyampaikan bahwa DLHK Provinsi NTB berkomitmen mendukung program Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Dukungan tersebut sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program perhutanan sosial.
Menurut Faruk, DLHK NTB telah terlibat dalam Satgas Perlindungan dan Pengamanan Hutan, memperkuat kerja sama multipihak, menjalin nota kesepahaman dengan desa-desa rawan gangguan hutan, serta melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi terjadi perambahan dan penebangan liar.
Ia menegaskan bahwa pelestarian hutan memerlukan komitmen jangka panjang dan konsistensi semua pihak. Menurutnya, keberhasilan menjaga hutan akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Kegiatan Safari Sumbawa Menanam ditutup dengan penanaman 750 pohon yang terdiri dari 300 pohon kemiri, 200 pohon nangka, dan 250 pohon alpukat sebagai langkah awal rehabilitasi kawasan hutan berbasis partisipasi masyarakat. (Nasaruddin Pers)

