Bupati Dompu Letakkan Batu Pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Jala
Dompu, global aktual – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kamis (13/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal realisasi program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ekonomi berbasis kelautan.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang difokuskan pada penguatan sektor kelautan melalui konsep ekonomi biru. Program ini dirancang untuk menyediakan infrastruktur dan fasilitas penunjang guna meningkatkan kualitas hasil tangkapan, pendapatan nelayan, serta membuka lapangan kerja baru.
Kegiatan berlangsung di Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, dan dihadiri unsur pemerintah daerah, camat, kepala desa, aparat TNI-Polri, serta perwakilan nelayan setempat. Sekitar 300 keluarga nelayan di desa tersebut akan menjadi penerima manfaat langsung dari pembangunan fasilitas ini.
Peletakan batu pertama dilaksanakan pada 13 Februari 2026 sebagai tanda dimulainya proyek pembangunan dengan nilai investasi sebesar Rp12 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, khususnya di bidang teknologi dan pelatihan. Kabupaten Dompu menjadi salah satu dari 65 daerah di Indonesia yang memperoleh program KNMP tahap kedua dari total lebih 540 kabupaten/kota.
Dalam sambutannya, Bupati Bambang Firdaus menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk mengangkat derajat nelayan sebagai pejuang ekonomi keluarga dan daerah. Ia meminta camat, kepala desa, kapolsek, dan danramil setempat untuk mengawal pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran dan transparan.
“Program ini bertujuan mensejahterakan rakyat dan mengelola potensi kelautan secara berkelanjutan melalui ekonomi biru,” ujarnya.
Plh. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu melalui Kepala Bidang Budidaya, Nurkumala, S.Pi., menjelaskan bahwa Desa Jala memiliki potensi perikanan cukup besar dengan armada nelayan rata-rata 1 GT yang menangkap udang, rajungan, lobster, dan ikan teri menepela untuk dipasarkan hingga luar daerah.
Adapun fasilitas yang akan dibangun di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih meliputi gudang penyimpanan beku (cold storage), pabrik es luri, shelter pendaratan ikan, gudang pendingin alat tangkap, bengkel nelayan, docking kapal, SPBM untuk pasokan BBM, bale pertemuan, serta kantor pengelola yang akan ditempati Koperasi Desa Merah Putih Jala. Selain itu, instalasi air bersih dan listrik juga akan dibangun untuk menunjang kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya fasilitas tersebut, pemerintah daerah berharap kualitas hasil tangkapan meningkat, distribusi lebih efisien, serta tercipta pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu memperkuat daya saing nelayan lokal secara berkelanjutan. (Nasaruddin Pers)
