Ketua HNSI Pangandaran Soroti Dugaan Kelalaian dalam Insiden Tongkang, Minta Evaluasi dan Koordinasi Pemda
Pangandaran, global aktual – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, menanggapi insiden kecelakaan laut yang melibatkan tongkang di perairan Pangandaran, Rabu (17/06/2026). Ia menilai peristiwa tersebut kemungkinan terjadi akibat adanya kesalahan perhitungan atau kalkulasi dalam pelayaran, sehingga perlu dilakukan evaluasi menyeluruh oleh pihak terkait.
Menurut Jeje, meskipun kejadian tersebut dapat dikategorikan sebagai kecelakaan, namun tetap harus ada penelusuran mengenai faktor penyebabnya. Ia menegaskan bahwa aktivitas pelayaran di laut seharusnya memperhitungkan berbagai aspek, termasuk kondisi cuaca, gelombang, dan jalur pelayaran yang telah ditetapkan.
“Ini memang kecelakaan, tetapi kemungkinan ada perhitungan yang salah atau kalkulasi yang tidak tepat. Semua aktivitas pelayaran seharusnya mengacu pada data dan kondisi laut yang sudah dapat diprediksi,” ujarnya.
Jeje juga mengingatkan agar dampak lingkungan akibat insiden tersebut menjadi perhatian serius. HNSI Pangandaran akan terus memantau kemungkinan adanya kerusakan ekosistem laut, termasuk kematian ikan, biota laut, maupun gangguan terhadap aktivitas nelayan di wilayah terdampak.
Sebagai langkah lanjutan, HNSI berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangandaran untuk meminta fasilitasi dialog dengan pihak-pihak yang terkait, baik perusahaan maupun instansi yang memiliki tanggung jawab atas aktivitas pelayaran tersebut.
Apabila komunikasi dan koordinasi tidak menghasilkan solusi yang jelas, Jeje menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan langkah-langkah lanjutan guna memperjuangkan kepentingan nelayan dan menjaga kelestarian lingkungan laut.
Ia menambahkan bahwa dalam dunia perikanan dan pelayaran, terdapat kalender gelombang serta data musim laut yang menjadi acuan penting dalam menentukan keamanan pelayaran. Karena itu, menurutnya, seluruh pengguna jalur laut wajib memperhatikan informasi tersebut guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa.
“Kondisi gelombang dan musim laut sudah memiliki data yang jelas. Karena itu, setiap pelaku pelayaran harus lebih berhati-hati dan mematuhi standar keselamatan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegasnya.
HNSI Pangandaran berharap pemerintah daerah dapat segera mengoordinasikan langkah-langkah penanganan dan evaluasi bersama seluruh pihak terkait. Selain untuk mengungkap penyebab insiden, upaya tersebut juga penting guna memastikan keselamatan pelayaran serta melindungi ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan di Pangandaran. (Hrs)
