Nasional

SPPG Panumbangan 3 Disorot, Belanja Disebut dari Pasar Tasikmalaya dan Sudah MoU dengan Mitra MBG

Ciamis, globalaktual.my – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Panumbangan menjadi perhatian setelah papan identitas yang terpasang hanya mencantumkan Badan Gizi Nasional (BGN) serta Yayasan Salman Berkah Abadi Panumbangan, tanpa terlihat nama spesifik SPPG pada papan tersebut.

Selain persoalan identitas, keterlibatan pelaku UMKM setempat dalam pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Pasalnya, kebutuhan belanja untuk operasional SPPG disebut tidak berasal dari pasar atau pelaku usaha di wilayah Panumbangan.

Hal tersebut diakui oleh Kepala SPPG Panumbangan 3, Fily Nino. Dalam keterangannya, Fily membenarkan bahwa kegiatan belanja untuk kebutuhan SPPG dilakukan di Pasar Tasikmalaya, pada Selasa (11/08/2023).

“Benar, belanja pada SPPG kami dari pasar Tasikmalaya,” demikian pengakuan Fily Nino.

Menurut Fily, pihak SPPG juga telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Mitra MBG dalam pelaksanaan program tersebut.

“Sudah melakukan MoU dengan pihak Mitra MBG,” ungkapnya.

Belanja dari Luar Wilayah Jadi Pertanyaan
Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana pelaku usaha dan UMKM lokal di Panumbangan dilibatkan dalam rantai pasok SPPG.

Sebab, selain menjalankan fungsi pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, keberadaan program MBG di daerah juga dinilai dapat memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar apabila bahan pangan dan kebutuhan pendukung program melibatkan petani, pedagang pasar, pengusaha kecil, maupun UMKM setempat.

Namun demikian, keputusan SPPG melakukan pembelian dari Pasar Tasikmalaya perlu dilihat berdasarkan mekanisme pengadaan dan ketentuan kerja sama yang berlaku. Belum diketahui secara rinci apakah terdapat persyaratan tertentu dalam MoU dengan Mitra MBG yang menjadi dasar pemilihan pemasok dan lokasi pembelian.

Karena itu, diperlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak SPPG, Mitra MBG maupun BGN mengenai mekanisme pengadaan barang, kriteria pemasok, bentuk kerja sama, serta peluang keterlibatan UMKM lokal dalam penyediaan kebutuhan SPPG.

Identitas SPPG Juga Perlu Diperjelas
Dari papan identitas yang terlihat dalam dokumentasi, tercantum tulisan “Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)”, logo dan nama Badan Gizi Nasional, serta Yayasan Salman Berkah Abadi Panumbangan.

Namun, tidak terlihat nama atau kode spesifik SPPG pada papan tersebut. Kondisi ini menjadi bagian dari perhatian masyarakat karena identitas fasilitas pelayanan publik semestinya dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai unit pelayanan dan pihak yang bertanggung jawab atas operasionalnya.

Dengan adanya pengakuan Kepala SPPG Panumbangan 3 mengenai sumber belanja dari Pasar Tasikmalaya dan adanya MoU dengan Mitra MBG, masyarakat kini menunggu penjelasan lebih lengkap mengenai dasar pemilihan pemasok dan sejauh mana UMKM Panumbangan diberi kesempatan untuk terlibat.

Persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai lokasi pembelian bahan pangan, tetapi juga menyangkut transparansi pengelolaan program dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar SPPG.

Redaksi akan terus berupaya meminta konfirmasi dari BGN dan pihak Mitra MBG terkait mekanisme kerja sama serta ketentuan pelibatan UMKM lokal dalam program tersebut. (De Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *