Nasional

Jeje Wiradinata: Eksploitasi Laut Tak Bisa Dibiarkan, Sustainable Fisheries Harus Jadi Gerakan Nyata

JAKARTA, globalaktual.my – Eksploitasi sumber daya laut dan praktik penangkapan ikan berlebihan dinilai menjadi ancaman serius bagi masa depan perikanan Indonesia. Ketua Umum KORAL AUP Jakarta, H. Jeje Wiradinata, meminta semangat Sustainable Fisheries tidak sekadar menjadi jargon, tetapi diwujudkan melalui gerakan nyata dalam mengelola sumber daya kelautan secara bertanggung jawab.

Pernyataan tersebut disampaikan Jeje dalam momentum Dies Natalis ke-64 Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Minggu (06/09/2026) yang dihadiri jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pimpinan Politeknik AUP, serta keluarga besar alumni Politeknik AUP dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Jeje, tema “Green Campus, Blue Food, Sustainable Fisheries” yang diangkat dalam Dies Natalis ke-64 sangat relevan dengan kondisi sektor kelautan dan perikanan saat ini.

Namun, ia mengingatkan bahwa tema tersebut akan kehilangan makna apabila hanya berhenti dalam bentuk slogan tanpa diikuti komitmen dan tindakan konkret.

“Ini sesuatu yang mudah diucapkan, tetapi tentu perlu semangat untuk melaksanakannya,” ujar Jeje.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih terjadi di sektor perikanan, mulai dari eksploitasi sumber daya perikanan, penangkapan ikan yang berlebihan, hingga kegiatan budidaya yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, persoalan tersebut harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan karena Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar.

Dengan wilayah laut yang luas dan garis pantai yang panjang, Indonesia semestinya mampu mengoptimalkan sektor perikanan sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional sekaligus menjamin keberlanjutan sumber daya laut.

Jeje menilai keberlanjutan harus menjadi titik perhatian dalam setiap kebijakan dan aktivitas pengelolaan perikanan. Orientasi terhadap produksi dan keuntungan tidak boleh mengorbankan ekosistem laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.

“Keberlangsungan menjadi titik perhatian kita semua,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Jeje atas nama keluarga besar alumni juga menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-64 Politeknik AUP.

Ia berharap lembaga pendidikan tersebut terus mampu melahirkan kader-kader terbaik di bidang kelautan dan perikanan yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Mudah-mudahan kita diberikan kekuatan dan hidayah, dan Politeknik AUP terus mampu menghasilkan kader-kader terbaik di perikanan Indonesia,” tuturnya.

Jeje juga mengajak jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, pimpinan Politeknik AUP, serta seluruh alumni untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun sektor perikanan nasional.

Menurutnya, membangun perikanan yang tangguh dan berkelanjutan bukan pekerjaan mudah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, pelaku usaha, dan alumni untuk memastikan pengelolaan sumber daya laut berjalan secara bertanggung jawab.

“Saya yakin dengan kebersamaan jajaran pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan, pimpinan Politeknik AUP dan seluruh alumni, kita bersama-sama dapat membangun perikanan Indonesia,” tegasnya.

Ia berharap Dies Natalis ke-64 tidak hanya menjadi momentum perayaan perjalanan Politeknik AUP, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen untuk mencetak sumber daya manusia perikanan yang tangguh.

Dengan demikian, semangat Green Campus, Blue Food, Sustainable Fisheries diharapkan benar-benar menjadi gerakan nyata dalam menjaga laut sebagai sumber kehidupan sekaligus memastikan sektor perikanan tetap produktif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Hrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *