Perkuat Perencanaan Pembangunan RSUD Manggelewa, Direktur Audiensi dengan BPKP NTB Didampingi Bupati Dompu
DOMPU, globalaktual.my – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Dompu terus didorong melalui penguatan perencanaan pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggelewa. Direktur RSUD Manggelewa, dr. Hj. Laela Soraya, melakukan audiensi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (10/10/2026), pukul 15.30 WITA, didampingi Bupati Dompu, Bambang Firdaus, S.E.
Audiensi tersebut membahas perencanaan pengembangan dan pembangunan RSUD Manggelewa agar lebih terarah, sesuai kebutuhan pelayanan medis, serta memperhatikan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.
Pengembangan rumah sakit ini tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga berkaitan dengan upaya meningkatkan ketersediaan fasilitas kesehatan, memperkuat sumber daya manusia medis, dan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Turut mendampingi dalam audiensi tersebut, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, S.P., M.M., Inspektur Inspektorat Kabupaten Dompu, Jufri, S.T., M.Si., serta Kasi Penunjang Medik RSUD Manggelewa, Muhammad Januar, A.Md.AK.
Direktur RSUD Manggelewa, dr. Hj. Laela Soraya, menjadi salah satu pihak yang berperan dalam mendorong pembenahan dan pengembangan rumah sakit. Perencanaan pembangunan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan sarana dan prasarana, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas pelayanan medis sesuai kebutuhan masyarakat.
Dalam pengembangan layanan, keberadaan dokter spesialis menjadi salah satu aspek penting untuk memperluas kemampuan rumah sakit dalam menangani berbagai kebutuhan kesehatan pasien.
“Pengembangan RSUD Manggelewa kami arahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, baik melalui pembenahan sarana dan prasarana maupun penguatan layanan medis. Kami juga berupaya menghadirkan tenaga dokter profesional, termasuk dokter spesialis sesuai kebutuhan, agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan optimal.”katanya.

Menurut arah pengembangan tersebut, peningkatan fasilitas perlu berjalan beriringan dengan penguatan tenaga medis, sistem pelayanan, dan kenyamanan pasien. Dengan demikian, rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penanganan pasien sesuai kompetensi tenaga kesehatan dan fasilitas yang tersedia.
Kehadiran Bupati Dompu, Bambang Firdaus, S.E., dalam audiensi tersebut menjadi bagian dari koordinasi pemerintah daerah terkait rencana pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan.
Dukungan pemerintah daerah dibutuhkan agar perencanaan pembangunan RSUD Manggelewa dapat diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan keuangan daerah.
“Pembangunan fasilitas kesehatan harus direncanakan dengan matang dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah mendorong agar pengembangan RSUD Manggelewa dilaksanakan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Dompu.”ucap Bupati.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, khususnya dalam penyelarasan perencanaan, penganggaran, dan pengawasan pembangunan. Pelaksanaan setiap tahapan tetap perlu memperhatikan ketentuan yang berlaku serta kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Audiensi dengan BPKP Perwakilan NTB juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola perencanaan pembangunan RSUD Manggelewa. Masukan dari lembaga pengawasan diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan pengelola rumah sakit mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Perencanaan yang baik perlu didukung oleh kajian kebutuhan, penetapan prioritas, perhitungan biaya yang wajar, serta mekanisme pengendalian dan pertanggungjawaban yang jelas.

Dalam perencanaan pembangunan fasilitas pelayanan publik, aspek yang perlu diperhatikan antara lain kesesuaian kebutuhan, ketepatan perencanaan, efisiensi penggunaan anggaran, pengelolaan risiko, dan akuntabilitas pelaksanaan. Masukan lebih lanjut terkait audiensi ini perlu mengacu pada hasil pembahasan dan rekomendasi resmi yang disampaikan kepada pemerintah daerah atau pengelola RSUD Manggelewa.
Keterangan resmi BPKP diperlukan untuk memastikan bentuk masukan yang diberikan, ruang lingkup pembahasan, serta tindak lanjut yang disepakati dalam audiensi tersebut. Dengan begitu, informasi mengenai peran BPKP dalam pengembangan RSUD Manggelewa dapat disampaikan secara akurat dan proporsional.
Pengembangan RSUD Manggelewa diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan, memperbaiki kenyamanan pelayanan, serta memperkuat kualitas penanganan pasien.
Selain pembangunan fisik, ketersediaan dokter spesialis dan tenaga kesehatan profesional menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan pelayanan. Apabila didukung fasilitas dan kompetensi yang sesuai, rumah sakit diharapkan dapat menangani lebih banyak kebutuhan medis masyarakat tanpa harus selalu merujuk pasien ke luar daerah.
Direktur RSUD Manggelewa bersama jajaran dokter dan karyawan juga diharapkan terus memperkuat budaya pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Keberhasilan pengembangan rumah sakit pada akhirnya tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan atau bertambahnya fasilitas, tetapi juga dari peningkatan mutu pelayanan, kemudahan akses masyarakat, serta manfaat nyata yang dirasakan pasien.
Melalui koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Dompu, BPKP Perwakilan NTB, dan manajemen RSUD Manggelewa, perencanaan pembangunan diharapkan semakin matang, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengembangan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Dompu serta wilayah sekitarnya. (nsrgtva)
