Nusantara

Kontroversi Pembelian Lapangan Bola Desa Tekasire, Warga Bereaksi dan Kades Beri Klarifikasi

Dompu, global aktual – Polemik terkait pembelian lapangan bola di Desa Tekasire, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mencuat ke publik setelah adanya laporan yang mengatasnamakan aliansi masyarakat desa. Persoalan ini memicu reaksi keras dari warga setempat.

Aksi penyampaian pendapat digelar pada Senin, 13 April 2026, oleh sejumlah warga Desa Tekasire. Mereka menyoroti isu dugaan pelanggaran dalam proses pembelian lapangan sepak bola oleh pemerintah desa, terutama terkait nilai transaksi yang dinilai cukup tinggi.

Dalam tuntutannya, massa aksi menegaskan bahwa pembelian lapangan bola tersebut bukan merupakan inisiatif pribadi Kepala Desa Tekasire, M. Jaitun. Menurut mereka, kebijakan itu merupakan bagian dari visi dan misi pemerintah desa yang telah dituangkan dalam rencana anggaran tahun 2024.

Proses pengambilan keputusan disebut telah melalui mekanisme musyawarah yang melibatkan berbagai unsur desa, seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim 9 Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, serta tokoh masyarakat setempat. Dari forum tersebut, disepakati pembelian lahan lapangan bola dengan nilai Rp936 juta, yang dibayarkan secara bertahap selama tiga tahun.

Kepala Desa Tekasire, M. Jaitun, menjelaskan bahwa seluruh proses telah dilakukan secara transparan dan berdasarkan kesepakatan bersama. Ia juga mempertanyakan munculnya polemik setelah dilakukan audit oleh Inspektorat Kabupaten Dompu, yang menurutnya tidak menemukan adanya pelanggaran atau penyimpangan dalam penggunaan anggaran.

“Berdasarkan hasil audit reguler, tidak ada temuan pelanggaran. Namun, mengapa persoalan ini kembali dipermasalahkan setelah proses pemeriksaan selesai,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah dipanggil untuk pemeriksaan oleh pihak inspektorat, namun mengaku tidak pernah menandatangani hasil pemeriksaan tersebut. Lebih lanjut, ia menyebut hasil pemeriksaan itu kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Dompu.

Sementara itu, warga yang tergabung dalam aksi menegaskan bahwa keberadaan lapangan bola sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Tekasire. Mereka meminta pihak terkait untuk tidak terus mempermasalahkan pembelian tersebut jika tidak ditemukan pelanggaran yang jelas.

Hingga saat ini, polemik pembelian lapangan bola Desa Tekasire masih menjadi perhatian publik dan menunggu kejelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.   (Nasaruddin Pers)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *