Nusantara

Feri Isrop Tawarkan Reformasi Total PDAM Tirta Bukit Sulap, Keputusan Akhir Ada di Tangan Wali Kota

LUBUKLINGGAU, global aktual – Proses seleksi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap (TBS) Kota Lubuklinggau periode 2026–2031 memasuki tahap akhir. Salah satu kandidat yang menjadi sorotan publik adalah Feri Isrop, S.H., CPLA., praktisi hukum sekaligus tokoh muda daerah yang berhasil masuk tiga besar calon direktur.

Berdasarkan Pengumuman Panitia Seleksi Nomor 3/PANSEL/VI/2026 tertanggal 5 Juni 2026, Feri Isrop memperoleh nilai Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) sebesar 7,747 dengan kategori Direkomendasikan. Pada tahap final, ia bersaing dengan H. Suhada, S.H. yang meraih nilai 8,422 dan Ali Wardana Susanto, S.E. dengan nilai 8,202.

Di tengah proses seleksi yang masih berlangsung, Feri memilih turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait pelayanan air bersih yang selama ini menjadi perhatian pelanggan PDAM. Kegiatan tersebut dilakukan di sejumlah wilayah yang mengalami gangguan distribusi air, antara lain Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, serta Kelurahan Puncak Kemuning.

Dalam kunjungannya, Feri berdialog dengan warga dan pelanggan aktif untuk mendengarkan berbagai keluhan terkait pasokan air bersih. Ia juga meninjau sumber air milik PDAM Tirta Bukit Sulap yang memiliki kapasitas 80 liter per detik guna mengidentifikasi berbagai kendala teknis yang memengaruhi distribusi air kepada masyarakat.

Sebagai alumnus Hukum Tata Negara (HTN) STAI Bumi Silampari, Feri mengusung visi reformasi menyeluruh di tubuh PDAM. Menurutnya, perbaikan perusahaan daerah harus dimulai dari pembenahan tata kelola, peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, hingga optimalisasi pelayanan publik.

“PDAM yang sehat harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjamin kesejahteraan para pegawainya,” ujar Feri saat berdialog dengan warga, Sabtu (21/06/2026).

Ia menilai peningkatan kualitas manajemen perusahaan dan pemenuhan hak-hak pegawai menjadi bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap PDAM Tirta Bukit Sulap.

Gagasan perubahan yang diusung Feri mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh pemuda, aktivis, hingga lembaga bantuan hukum yang mendukung terwujudnya perusahaan daerah yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Pada tahapan presentasi dan wawancara akhir di hadapan Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, Feri menyampaikan visi dan program kerjanya untuk membawa PDAM menjadi lebih baik. Momen tersebut berlangsung emosional ketika dirinya tampak terharu usai memaparkan gagasan yang selama ini diperjuangkannya.

Bagi Feri, proses seleksi direktur bukan sekadar persaingan jabatan, melainkan kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Lubuklinggau.

“Saya berharap siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin PDAM Tirta Bukit Sulap dapat membawa perusahaan ini kembali berjaya dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Saat ini, keputusan penetapan Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031 berada di tangan Wali Kota Lubuklinggau. Masyarakat pun menantikan hasil akhir seleksi yang diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan baru guna meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kota Lubuklinggau.

Penulis: Separi
Editor: A. Haris

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *