PKB Lubuklinggau Kukuhkan 8 DPAC, 72 Ranting dan 526 Anak Ranting untuk Perkuat Organisasi
LUBUKLINGGAU, globalaktual.my – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Lubuklinggau memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPAC PKB se-Kota Lubuklinggau di Kantor DPC PKB Kota Lubuklinggau, Jumat (4/9/2026).
Musancab menjadi bagian dari upaya penataan dan penguatan struktur organisasi PKB agar semakin solid serta mampu memperluas jangkauan pelayanan dan komunikasi dengan masyarakat di seluruh wilayah Kota Lubuklinggau.
Dalam kegiatan tersebut, PKB Kota Lubuklinggau mengukuhkan 8 DPAC yang tersebar di seluruh kecamatan. Struktur organisasi kemudian diperkuat hingga tingkat kelurahan melalui pembentukan 72 ranting dan 526 anak ranting.
Kegiatan itu dihadiri Bendahara DPW PKB Sumatera Selatan periode 2026–2031, H. Ahmad Zarkasih, S.H.I., M.M., yang mewakili Ketua DPW PKB Sumsel. Hadir pula Ketua DPC PKB Kota Lubuklinggau Elvaria Novianti, S.E., bersama jajaran pengurus dan kader partai.
Ahmad Zarkasih mengatakan, pembentukan struktur organisasi tidak semestinya hanya dipandang sebagai pemenuhan administratif. Menurutnya, keberadaan struktur di tingkat kecamatan hingga kelurahan harus diikuti dengan aktivitas nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Struktur yang kuat harus diiringi dengan kerja nyata. Kader PKB harus hadir di tengah masyarakat, mendengar aspirasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi DPC PKB Kota Lubuklinggau yang telah melaksanakan Musancab DPAC se-Kota Lubuklinggau.
Berdasarkan keterangannya, hingga kegiatan tersebut berlangsung, DPC PKB Lubuklinggau menjadi DPC pertama di Sumatera Selatan yang menggelar Musancab DPAC PKB se-kota sebagai bagian dari konsolidasi dan penguatan struktur organisasi.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Lubuklinggau Elvaria Novianti menilai keberadaan DPAC memiliki peran penting karena menjadi salah satu penghubung antara organisasi partai dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
Ia berharap kepengurusan yang telah terbentuk tidak hanya bergerak ketika memasuki momentum politik, tetapi juga aktif menjalankan fungsi sosial dan menjadi wadah masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami ingin setiap DPAC menjadi rumah aspirasi masyarakat, bukan hanya hadir saat momentum politik, tetapi terus berada di tengah rakyat dan membantu mencari solusi atas berbagai persoalan,” kata Elvaria.
Menurut Elvaria, terbentuknya 8 DPAC, 72 ranting dan 526 anak ranting merupakan modal organisasi untuk memperkuat jaringan PKB di Kota Lubuklinggau.
Ke depan, konsolidasi organisasi diharapkan tidak berhenti pada pengukuhan kepengurusan. Setiap tingkatan struktur diminta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, menyerap berbagai persoalan di wilayahnya, serta mengawal aspirasi yang berkembang.
Dengan penguatan struktur hingga tingkat akar rumput tersebut, PKB Kota Lubuklinggau menargetkan organisasi yang lebih solid, responsif dan dekat dengan masyarakat, sekaligus memastikan keberadaan struktur partai dapat memberikan manfaat secara nyata bagi warga. (Ari)
