Dua Siswa Madrasah Ciamis Lolos Nasional OMI 2026, Kemenag Targetkan Prestasi Terbaik
CIAMIS, globalaktual.my – Kabupaten Ciamis mengirimkan dua siswa terbaiknya untuk mewakili Jawa Barat pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat nasional. Keduanya berhasil melaju ke babak nasional setelah melewati persaingan dalam kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 di MAN 1 Ciamis.
Dua siswa tersebut adalah Muhammad Faqid Abdussyukur dari MAN 1 Ciamis dan Narashya Elshanum Almahyra dari MI Andalan. Keduanya dijadwalkan mengikuti OMI tingkat nasional pada Oktober 2026, bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi pendidikan madrasah di Kabupaten Ciamis. Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar lolos seleksi provinsi, melainkan membuktikan kemampuan akademik di tingkat nasional dengan membawa nama Jawa Barat.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, H. Yayan Herdiana, S.Ag., M.Ag., melalui Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad), H. Jajang Jamaludin, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua siswa tersebut.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada para juara OMI Sains tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan mengikuti OMI tingkat nasional,” kata Jajang kepada awak media, Senin (12/10/2026).
Sebelumnya, Ciamis mengikutsertakan 33 peserta dalam OMI tingkat Provinsi Jawa Barat. Mereka berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).
Para peserta merupakan siswa yang telah meraih juara pertama, kedua, dan ketiga di tingkat kabupaten pada masing-masing mata pelajaran. Seleksi tingkat provinsi tersebut menjadi tahapan penting untuk menentukan peserta yang berhak melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional.
Ujian Berikutnya di Tingkat Nasional
OMI menjadi salah satu ajang untuk mengukur kemampuan akademik siswa madrasah, khususnya dalam bidang sains. Kompetisi ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan potensi, menguji hasil pembelajaran, dan bersaing dengan siswa dari berbagai daerah.
Bagi Ciamis, keberhasilan meloloskan dua siswa ke tingkat nasional menjadi modal positif bagi pengembangan prestasi pendidikan madrasah. Meski demikian, pencapaian di tingkat provinsi perlu dilanjutkan dengan persiapan yang matang agar keduanya mampu menghadapi persaingan nasional.
Kemenag Kabupaten Ciamis berharap Muhammad Faqid Abdussyukur dan Narashya Elshanum Almahyra dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Kini, perhatian tertuju pada perjuangan kedua siswa itu di tingkat nasional. Mereka tidak hanya membawa nama madrasah masing-masing, tetapi juga mengemban harapan Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat untuk kembali menorehkan prestasi di bidang akademik. (RIS)
