Pengurus MWCNU Cijeungjing Dilantik, Saifuddin Prioritaskan Penguatan Ideologi dan Pendidikan
CIAMIS, globalaktual.my – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, resmi dibentuk melalui konferensi wakil cabang yang dilaksanakan sekitar dua bulan sebelumnya. Pelantikan kepengurusan baru tersebut menjadi langkah awal untuk menjalankan program organisasi dan memperkuat khidmat Nahdlatul Ulama bagi masyarakat.
Ketua MWCNU Kecamatan Cijeungjing, Saifuddin yang akrab disapa Ujang Saifuddin, menyampaikan bahwa setelah proses pembentukan pengurus selesai, pihaknya langsung menyusun program kerja melalui musyawarah kerja yang melibatkan unsur kepengurusan dan lembaga di lingkungan NU.
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memulai tanggung jawab organisasi dalam menjalankan amanat Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.
“Pelantikan ini menjadi awal pemberangkatan kami untuk mulai bekerja. Melalui musyawarah kerja, kami merencanakan berbagai program agar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Cijeungjing dapat menjalankan kegiatan organisasi sesuai kebutuhan dan kemaslahatan umat,” ujar Saifuddin, Kamis (15/10/2026), di .Pendopo Wretikandayun, Situs Budaya Karangkamulyan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Cijeungjing, Danramil, Kapolsek, dan Ketua MUI Cijeungjing serta unsur tanfidziyah PCNU Kabupaten Ciamis.
Saifuddin menjelaskan, proses pembentukan kepengurusan MWCNU Cijeungjing dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Dalam penentuan kepengurusan Syuriyah, NU menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yakni mekanisme yang melibatkan sejumlah ulama untuk menentukan kepemimpinan Syuriyah.
Melalui mekanisme tersebut, kepengurusan yang terdiri atas unsur Syuriyah dan Tanfidziyah dapat terbentuk sesuai ketentuan organisasi. Sejumlah unsur dan lembaga pendukung juga dipersiapkan untuk menjalankan tugas masing-masing.
Menurut Saifuddin, keberadaan unsur Syuriyah yang diisi para ulama memiliki peran penting dalam memberikan arahan keagamaan dan menjaga perjalanan organisasi agar tetap berpegang pada prinsip serta nilai-nilai Nahdlatul Ulama.
Mengusung semangat berkhidmat untuk Nahdlatul Ulama dan kemaslahatan umat, kepengurusan MWCNU Cijeungjing menetapkan penguatan ideologi ke-NU-an sebagai salah satu prioritas utama.
Penguatan tersebut akan dilakukan melalui kajian-kajian mengenai kebijakan organisasi, Khittah Nahdlatul Ulama, serta pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas organisasi.
Saifuddin menilai, penguatan ideologi penting agar seluruh kader dan pengurus memahami arah perjuangan NU serta mampu menjalankan program sesuai nilai-nilai yang diwariskan para ulama.
“Prioritas kami di Kecamatan Cijeungjing adalah penguatan ideologi ke-NU-an. Ini penting bagi kader-kader Nahdlatul Ulama sebagai dasar pijakan dalam melaksanakan kegiatan agar organisasi tidak kehilangan arah,” katanya.
Selain penguatan ideologi, sektor pendidikan juga menjadi perhatian penting dalam program kerja kepengurusan baru.
MWCNU Cijeungjing akan mendorong peran lembaga pendidikan di lingkungan NU, termasuk Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), dalam mendukung pengembangan pendidikan serta penguatan pesantren.
Program pendidikan tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi Nahdlatul Ulama dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan masyarakat Kecamatan Cijeungjing.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, kepengurusan MWCNU Cijeungjing juga melantik pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).
Lembaga ini dipersiapkan untuk menghimpun dan mengelola potensi zakat, infak, dan sedekah dari warga serta jamaah Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan Cijeungjing.
Keberadaan LAZISNU diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pemberdayaan umat, terutama dalam mendukung kegiatan sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, program kerja MWCNU Cijeungjing juga diarahkan pada sejumlah bidang lain, meliputi ekonomi, sosial, dan kesehatan.
Seluruh program tersebut akan dirumuskan dan dilaksanakan berdasarkan hasil musyawarah kerja dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan organisasi.
Saifuddin berharap kepengurusan MWCNU Kecamatan Cijeungjing dapat menjalankan amanat organisasi dengan baik serta melaksanakan garis kebijakan Nahdlatul Ulama yang ditetapkan melalui forum permusyawaratan di tingkat organisasi yang lebih tinggi.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan kepengurusan tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan internal, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Harapan kami, Nahdlatul Ulama Kecamatan Cijeungjing dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan dan melaksanakan amanat para kiai. Mudah-mudahan khidmat kami di Nahdlatul Ulama bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga berharap kehadiran NU dapat membantu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, maupun kesehatan.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru dan tersusunnya rencana program kerja, MWCNU Cijeungjing diharapkan semakin memperkuat peran organisasi sebagai wadah pengabdian kepada umat sekaligus mitra masyarakat dalam mendorong kehidupan yang lebih baik.
Melalui semangat kebersamaan dan khidmat kepada umat, MWCNU Cijeungjing berkomitmen menjadikan penguatan ideologi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai pijakan dalam menjalankan roda organisasi. (RIS)
