Pendidikan

PGRI Kelara Cetak 235 Guru SD Melek Koding dan Kecerdasan Artifisial

JENEPONTO, globalaktual.my – Sebanyak 235 guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, mengikuti pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) melalui Program Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi transformasi pendidikan di era digital.

Program yang diselenggarakan oleh PGRI Cabang Kelara tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Jumat–Sabtu, 30–31 Oktober 2026, dalam dua gelombang pelaksanaan. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Aula Kantor Camat Kelara.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PGRI Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital menjadi kebutuhan penting bagi guru, termasuk tenaga pendidik di tingkat sekolah dasar.

Menurutnya, guru harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ia juga mengapresiasi kolaborasi pengurus KKG SD se-Kecamatan Kelara dan PGRI Cabang Kelara yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.

“Guru saat ini sudah masuk dalam era digitalisasi. Tidak ada pilihan lain, guru SD harus menjadi yang terdepan dalam adaptasi teknologi,” ungkap Zaidil.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Pengawas SD Kecamatan Kelara, Rinawati Bahdar, S.Pd., M.Pd. Ia menekankan bahwa profesionalisme guru harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan teknologi pendidikan.

Ia berharap para guru tidak hanya memahami konsep koding dan kecerdasan artifisial, tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Sementara itu, Ketua PGRI Cabang Kelara, Ibrahim, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut bertumpu pada kemandirian dan partisipasi para guru. Pembiayaan kegiatan berasal dari kontribusi mandiri peserta serta dukungan pengurus KKG SD se-Kecamatan Kelara.

Ia menyebutkan, tingginya jumlah peserta menjadi bukti besarnya antusiasme guru dalam meningkatkan kemampuan di bidang teknologi digital.

“Sebanyak 235 peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan guru SD se-Kecamatan Kelara. Alhamdulillah, antusiasme mereka sangat luar biasa,” jelas Ibrahim.

Dalam pelatihan tersebut, materi disampaikan oleh Sukmawati, S.Pd., Gr., yang merupakan pengurus PGRI Kabupaten Jeneponto. Materi difokuskan pada pengenalan dasar-dasar koding serta pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah dasar.

Tidak hanya menerima materi secara teori, para peserta juga terlibat langsung dalam sesi praktik. Mereka diperkenalkan dengan pembuatan pembelajaran berbasis koding sederhana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik di kelas.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para guru terlihat aktif mengikuti arahan pemateri, berdiskusi, serta mencoba berbagai praktik pembelajaran berbasis teknologi.

Melalui kegiatan ini, PGRI Cabang Kelara berharap 235 guru yang telah mengikuti pelatihan atau Training of Trainers (TOT) tersebut dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sekaligus menjadi agen penggerak transformasi digital di sekolah masing-masing.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi peserta, tetapi juga mampu mendorong penyebarluasan keterampilan koding dan pemanfaatan kecerdasan artifisial kepada sesama guru serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inovatif bagi siswa sekolah dasar. (Ikbal Nakku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *