Aktual

Pembangunan Depok Barat Dinilai Perlu Dipercepat, Sawangan dan Bojongsari Berpotensi Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

DEPOK, globalaktual.my  – Pembangunan wilayah Depok Barat, khususnya Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Bojongsari, dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius sebagai upaya mengurai kemacetan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Kota Depok.

Pesatnya urbanisasi dan meningkatnya jumlah penduduk yang masuk ke Kota Depok dinilai menjadi salah satu faktor yang memicu kepadatan lalu lintas, terutama di kawasan Sawangan dan Bojongsari. Kondisi tersebut juga dinilai berkaitan dengan pola pembangunan infrastruktur yang selama bertahun-tahun lebih terkonsentrasi di kawasan Margonda atau dikenal dengan istilah Margonda Sentris.

Ketua Umum Barisan Masyarakat Peduli Demokrasi (BMPD), Herry M. Yunus, yang juga dikenal sebagai Herry Taman Herbal dan Herry TOMAS (Tokoh Masyarakat), menyampaikan bahwa Depok Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan komersial, dan hunian baru.

Menurutnya, Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Bojongsari dapat menjadi kawasan penunjang perkembangan Kota Depok apabila didukung pembangunan infrastruktur yang terencana dan merata.

Ia menilai, selama ini pembangunan Kota Depok belum sepenuhnya berjalan seimbang antara wilayah barat dan timur. Kawasan Depok Timur, seperti Kecamatan Sukmajaya, Cilodong, dan Cimanggis, dinilai mengalami perkembangan yang lebih pesat dibandingkan sejumlah wilayah di Depok Barat.

“Wilayah Sawangan dan Bojongsari memiliki potensi untuk bertransformasi menjadi pusat komersial dan kawasan hunian baru. Dengan pengembangan yang tepat, kawasan ini dapat menjadi titik pertumbuhan baru atau new center point di Kota Depok,”kata Herry M. Yunus, Senin (02/11/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan pusat-pusat kegiatan ekonomi dan infrastruktur di luar kawasan Margonda penting dilakukan untuk mengurangi konsentrasi aktivitas masyarakat pada satu wilayah. Dengan demikian, pergerakan masyarakat dan beban lalu lintas di sejumlah ruas jalan diharapkan dapat lebih tersebar.

Sebagai kota penyangga Jakarta serta wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, Depok menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Karena itu, pemerataan infrastruktur, pengembangan kawasan permukiman, serta penyediaan pusat kegiatan ekonomi baru dinilai menjadi kebutuhan penting dalam perencanaan pembangunan kota.

Herry juga menyoroti tanggung jawab Pemerintah Kota Depok, khususnya wali kota yang menjabat pada periode 2024–2029, dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan memperhatikan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah.

Ia berharap pengembangan Depok Barat tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menciptakan pusat aktivitas baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi, mengurangi kepadatan lalu lintas, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan potensi yang dimiliki Sawangan dan Bojongsari, Depok Barat diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru yang mampu mendukung keseimbangan pembangunan Kota Depok di masa mendatang.  (Mirza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *