Kasat Lantas Polres Takalar Pimpin Police Goes To School, Dorong Pelajar Jadi Agen Keselamatan Lalu Lintas
Takalar, global aktual – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Takalar kembali melaksanakan program Police Goes To School sebagai langkah preventif dalam menanamkan kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar. Kegiatan ini digelar secara serentak di sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Takalar, Senin (26/1/2026).
Program tersebut melibatkan personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) serta Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Takalar yang turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para siswa.
Kasat Lantas Polres Takalar AKP Mulyadi, S.Sos., M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara di UPT SMA Negeri 1 Takalar, didampingi BA Urmin Satlantas Briptu Eky Febrianto. Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas IPDA Soesanto bersama Bripda Muh Ilham melaksanakan kegiatan serupa di UPT SMPN 2 Mangarabombang, dan Kanit Kamsel Satlantas IPDA Nasrullah, S.H., M.M. didampingi Bripda Adha Pramana Nasaruddin bertugas di UPT SMPN 1 Sanrobone.
Dalam amanatnya, AKP Mulyadi menyampaikan bahwa Police Goes To School bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang aturan dan etika berlalu lintas kepada pelajar sebagai pengguna jalan, sehingga dapat meminimalisir terjadinya pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.
Ia juga mengajak para pelajar untuk berperan sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas, dimulai dari disiplin diri sendiri hingga mampu memberi pengaruh positif di lingkungan sekitar.
“Police Goes To School merupakan program pembinaan rutin Satlantas Polres Takalar untuk menumbuhkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas sejak usia dini, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas,” ujar AKP Mulyadi.
Sementara itu, IPDA Nasrullah dalam arahannya di UPT SMPN 1 Sanrobone mengimbau para siswa agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, di antaranya menggunakan helm berstandar SNI, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, tidak memakai knalpot racing, serta tidak berboncengan lebih dari satu orang.
Ia menegaskan bahwa tingginya angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh korban dari kalangan remaja, sehingga diperlukan peran aktif semua pihak, termasuk sekolah dan tenaga pendidik.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap terjalin kolaborasi antara kepolisian dan pihak sekolah dalam menjaga Kamseltibcarlantas di lingkungan pendidikan, sehingga kesadaran berlalu lintas pelajar semakin meningkat dan angka kecelakaan dapat ditekan,” pungkasnya. (Ikbal Nakku)
