Nasional

Jelang Lebaran, KUD Minasari Pangandaran Buka Cengcelengan Nelayan dan Bagikan Bingkisan

Pangandaran, global aktual – Ketua KUD Minasari Pangandaran, Jeje Wiradinata, membuka Cengcelengan atau celengan tabungan milik para anggota nelayan sekaligus membagikan bingkisan menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan tersebut menjadi tradisi tahunan koperasi sebagai bentuk dukungan ekonomi bagi para nelayan yang tergabung dalam KUD Minasari.

Pembukaan cengcelengan dilakukan bersama para anggota nelayan yang selama ini menabung melalui sistem koperasi. Tabungan tersebut berasal dari hasil transaksi penjualan ikan para nelayan di KUD Minasari, yang sebagian pendapatannya disimpan sebagai tabungan anggota.

Jeje Wiradinata menjelaskan, sistem cengcelengan berbeda dengan tabungan di perbankan. Dalam koperasi, tabungan anggota melekat langsung pada aktivitas transaksi nelayan saat menjual hasil tangkapannya di KUD.

“Kalau di bank itu tabungan biasa, tetapi di sini tabungan mereka tersimpan dari setiap transaksi jual ikan di koperasi. Jadi secara tidak langsung mereka menabung,” ujarnya saat kegiatan berlangsung.

Ia mengungkapkan, menjelang Lebaran para nelayan dapat menikmati hasil tabungan mereka dengan nominal yang bervariasi. Ada yang menerima sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta, tergantung jumlah simpanan yang terkumpul selama setahun.

Menurut Jeje, total dana tabungan anggota yang dibuka dalam kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp1 miliar lebih, yang kemudian dibagikan kepada para nelayan anggota KUD Minasari.

Selain membuka celengan, koperasi juga memberikan berbagai bentuk bantuan sosial bagi anggota. Di antaranya bantuan beras yang sebelumnya telah dibagikan pada awal bulan Ramadan, dengan jumlah mulai dari 10 kilogram hingga 30 kilogram per anggota.

Selama lebih dari 14 tahun memimpin KUD Minasari, Jeje menyebut koperasi terus berupaya melindungi kesejahteraan nelayan, tidak hanya melalui stabilitas harga ikan tetapi juga melalui berbagai program sosial.

“Kami ingin koperasi ini benar-benar melindungi nelayan, terutama dari sisi ekonomi dan harga hasil tangkapan mereka,” katanya.

Selain program tabungan, KUD Minasari juga memiliki sejumlah program sosial seperti dana kematian dan dana kesejahteraan anggota. Jika anggota meninggal dunia, keluarga akan mendapatkan santunan hingga Rp10 juta, sebagai bentuk kepedulian koperasi terhadap anggotanya.

Jeje berharap sistem tabungan celengan yang diterapkan KUD Minasari dapat menjadi contoh bagi komunitas lain dalam mengembangkan ekonomi berbasis koperasi.
“Semoga ini bisa menjadi model bagi komunitas lain, bagaimana koperasi dapat menjadi kekuatan ekonomi bagi anggotanya,” pungkasnya. (Hrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *