Politik

Serap Aspirasi Warga, Hambali Lukman Gelar Reses Tahap I di Air Temam

LUBUKLINGGAU, global aktual – Anggota DPRD Kota Lubuklinggau, Hambali Lukman, S.H., menggelar kegiatan reses tahap I di Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Senin (16/3/2026).

Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat yang hadir untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.

Reses tersebut merupakan bagian dari tugas legislator sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, serta Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat guna mendukung peningkatan pembangunan dan pelayanan publik, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Lubuklinggau Selatan I dan Lubuklinggau Selatan II.

Dalam sambutannya, Hambali Lukman menjelaskan bahwa reses menjadi momen penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat.

“Melalui reses ini, kami dapat menampung aspirasi warga sebagai bahan untuk diperjuangkan dalam program pembangunan daerah,” ujarnya.

Pada sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan usulan yang dinilai mendesak. Muslimin, warga RT 04 Marga Rahayu, mengusulkan pembangunan gorong-gorong di depan masjid untuk mengatasi banjir, rehabilitasi jalan setapak sepanjang 200 meter, pembangunan talud di samping Masjid Al-Itihad guna mencegah longsor, serta renovasi siring sepanjang 100 meter.

Sementara itu, Irawan, warga RT 01 Kelurahan Jukung, mengusulkan pemasangan lampu jalan untuk meningkatkan keamanan, pembangunan jalan beton menuju area perkebunan dan pemandian, serta penambahan tujuh tiang lampu jalan di wilayahnya.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Hambali Lukman menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga dalam forum rapat paripurna DPRD. Ia berharap seluruh usulan dapat direalisasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan ketersediaan anggaran.

“Kita akan upayakan semua aspirasi ini dapat terealisasi. Perbedaannya mungkin hanya pada waktu pelaksanaan, namun akan tetap menjadi perhatian untuk diperjuangkan,” tegasnya.

Kegiatan reses ini diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. (Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *