Daerah

Pelajar SMK di Air Bening Ditemukan Meninggal di Kamar, Polisi Imbau Kepedulian Kesehatan Mental Remaja

Rejang Lebong, global – Warga Desa Air Bening, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, diguncang kabar duka setelah seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berusia 16 tahun berinisial FM ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya, Selasa (14/4/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.10 WIB dan pertama kali diketahui oleh ayah korban, Edison (50), yang baru pulang dari kebun. Saat tiba di rumah sekitar pukul 18.00 WIB, Edison memanggil korban namun tidak mendapat respons. Karena curiga, ia membuka pintu kamar yang tertutup rapat dan mendapati anaknya dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang yang diikatkan pada bagian atap kamar.

Kapolsek Bermani Ulu, IPTU R. Pasaribu, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam posisi setengah terduduk dengan tali melilit di leher.

“Korban ditemukan oleh ayah kandungnya sendiri setelah tidak menjawab panggilan saat pulang dari kebun,” ujarnya.

Korban diketahui merupakan pelajar aktif di salah satu SMK di wilayah tersebut dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Selain ayah korban, ibu korban Yanti (45) serta seorang saksi bernama Legiono (50) turut berada di lokasi saat kejadian.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Beberapa barang bukti yang diamankan di antaranya tali tambang plastik, pakaian yang dikenakan korban, serta sejumlah barang lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan. Ciri-ciri yang ditemukan di lokasi mengarah pada dugaan tindakan gantung diri, meski penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

Pihak keluarga korban, yang masih dalam kondisi berduka, menyampaikan permohonan agar tidak dilakukan autopsi. Permintaan tersebut disertai surat pernyataan resmi dan telah diterima oleh pihak kepolisian dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan tenaga pendidik, untuk lebih memperhatikan kondisi psikologis remaja di lingkungan masing-masing.

“Perlu adanya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak agar setiap permasalahan dapat diketahui lebih dini dan tidak berujung pada hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan kepercayaan setempat. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di kalangan remaja. (Lela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *