Pasca Keracunan 28 Siswa SDN 7 Rumbia, Korwil Minta MBG di Bontomanai Ditutup Demi Keamanan
Jeneponto, global aktual — Program Makanan Bergizi (MBG) di Desa Bontomanai, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, diminta untuk sementara ditutup menyusul kasus keracunan yang menimpa puluhan siswa SDN 7 Rumbia.
Permintaan tersebut disampaikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Jeneponto, Nur Iksan, pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 11.00 WITA di Rumah Sakit Pratama Rumbia.
Menurut Nur Iksan, langkah penutupan ini dinilai penting sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan para siswa serta merespons kekhawatiran orang tua pasca insiden keracunan makanan bergizi yang diduga berasal dari menu ikan dalam program MBG.
“Untuk menjaga keamanan dan memberikan rasa tenang kepada orang tua siswa, kami meminta agar kegiatan MBG di Desa Bontomanai untuk sementara ditutup,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kasus keracunan tersebut terjadi di SDN 7 Rumbia, Kecamatan Rumbia, dengan jumlah korban mencapai 28 siswa. Para siswa sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Pratama Rumbia serta Puskesmas Tompobulu.
“Alhamdulillah, kondisi para siswa saat ini sudah berangsur membaik setelah mendapatkan penanganan medis,” tambahnya.
Selain itu, Nur Iksan juga menegaskan bahwa pihaknya berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, baik di Kecamatan Rumbia maupun wilayah lain di Kabupaten Jeneponto. Ia juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG agar tetap berjalan sesuai standar keamanan pangan.
Di sisi lain, ia menyampaikan bahwa pihak penyelenggara MBG diharapkan dapat bertanggung jawab, termasuk dalam hal pembiayaan pengobatan bagi siswa yang terdampak keracunan.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang menginginkan jaminan keamanan dalam pelaksanaan program makanan bergizi di sekolah. (Ikbal Nakku)
