Kapus Tompobulu Bergerak Cepat Tangani Kasus Keracunan MBG Siswa SDN 7 Rumbia
Jeneponto, global aktual – Kepala Puskesmas (Kapus) Tompobulu, Salawaty, S.ST., bergerak cepat menangani korban dugaan keracunan makanan bergizi (MBG) yang menimpa siswa-siswi SDN 7 Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Penanganan dilakukan di Puskesmas Tompobulu, Desa Tompobulu, dengan melibatkan seluruh tenaga kesehatan setempat. Upaya tersebut merupakan bagian dari pelayanan darurat untuk memastikan kondisi para korban segera tertangani dengan baik.
Kapus Tompobulu, Salawaty, menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim medis langsung memberikan pertolongan pertama kepada para siswa yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan bergizi yang disediakan di sekolah.
“Kami bersama seluruh staf puskesmas berupaya maksimal memberikan pelayanan terbaik agar penanganan korban berjalan lancar dan aman,” ujarnya.
Selain penanganan di puskesmas, beberapa korban juga dirujuk ke Rumah Sakit Pratama Rumbia guna mendapatkan perawatan lanjutan yang lebih intensif. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi kesehatan siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dalam proses penanganan, Puskesmas Tompobulu juga bekerja sama dengan pihak kepolisian, TNI, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto untuk memastikan situasi tetap kondusif serta pelayanan kepada korban berjalan optimal.
Salawaty menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius pihaknya, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan.
“Kami bersyukur dapat menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya para siswa yang menjadi korban,” tambahnya.
Sementara itu, para orang tua siswa diharapkan tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada pihak medis. Pemerintah setempat bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan guna memastikan kondisi para korban membaik. (Ikbal Nakku)
