Nasional

Lapas Takalar Panen 35 Kilogram Terong, Bukti Keberhasilan Program Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Takalar, global aktual – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali mencatat keberhasilan dalam program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan pertanian yang dikelola langsung oleh warga binaan, Lapas Takalar berhasil memanen sebanyak 35 kilogram terong pada Rabu (17/6/2026).

Panen tersebut merupakan hasil dari program pembinaan keterampilan di bidang pertanian yang terus dikembangkan oleh pihak lapas sebagai bekal bagi warga binaan selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Kerja Lapas Takalar, Rizal, menjelaskan bahwa keberhasilan panen ini menunjukkan kemampuan warga binaan dalam mengelola lahan pertanian secara mandiri.

“Warga binaan telah mendapatkan pelatihan dasar pertanian mulai dari pemilihan benih, penyemaian, pengolahan lahan, perawatan tanaman, pengendalian hama, hingga proses panen. Hasil yang dicapai saat ini menjadi bukti bahwa program pembinaan berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Rizal, hasil panen terong tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan warga binaan. Sebagian hasil panen akan disalurkan ke dapur umum Lapas Takalar guna menambah pasokan sayuran segar bagi konsumsi harian narapidana, sementara sebagian lainnya akan digunakan untuk kegiatan bakti sosial bagi keluarga warga binaan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengapresiasi semangat warga binaan dan petugas yang terlibat dalam kegiatan pembinaan tersebut.
Ia menegaskan bahwa program pertanian tidak hanya bertujuan menghasilkan produk pangan, tetapi juga membentuk karakter positif warga binaan, seperti rasa tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kemandirian.

“Melalui pembinaan ini, kami berharap warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih produktif,” kata Andi Gunawan.

Salah seorang warga binaan yang terlibat dalam program tersebut mengaku memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan pertanian.

“Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, kami juga belajar cara bercocok tanam yang benar. Ilmu ini sangat bermanfaat dan bisa menjadi bekal setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Keberhasilan panen 35 kilogram terong ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen Lapas Takalar dalam menjalankan program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung ketahanan pangan dan peningkatan keterampilan warga binaan.  (Ikbal Nakku)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *