Utama

Abah Rangga Soroti Dampak Tongkang Titan 33 Terdampar di Pangandaran, Minta Penanganan Cepat dari Perusahaa

Pangandaran, global aktual – Praktisi budidaya perikanan yang dikenal sebagai Abah Rangga menyoroti terdamparnya tongkang Titan 33 di perairan Sukaresik, Kabupaten Pangandaran.

Ia meminta adanya langkah konkret dan cepat dari pihak perusahaan pengangkut batu bara untuk mengantisipasi dampak lingkungan yang berpotensi timbul akibat insiden tersebut.

Menurut Abah Rangga, hingga saat ini penyebab pasti tongkang yang mengangkut sekitar 80 ribu ton batu bara itu bisa terdampar di wilayah perairan Sukaresik belum diketahui secara jelas. Ia menyebut kemungkinan penyebabnya bisa berasal dari faktor teknis, seperti kebocoran pada kapal atau kendala operasional lainnya selama pelayaran.

“Secara teknis, setiap armada yang akan beroperasi, baik darat, laut maupun udara, tentu telah melalui pemeriksaan kelayakan dan pengecekan oleh mekanik. Karena itu, penyebab pasti tongkang tersebut bisa terdampar masih perlu ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya.

Abah Rangga menilai keberadaan tongkang yang terdampar beserta muatan batu bara dalam jumlah besar berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap ekosistem perairan Pangandaran. Ia mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya tumpahan batu bara yang dapat mengganggu kualitas air laut dan keseimbangan lingkungan.

Ia menjelaskan, material batu bara yang masuk ke perairan berpotensi memengaruhi tingkat keasaman air serta membawa kandungan logam berat yang dapat membahayakan kehidupan biota laut. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh nelayan, tetapi juga sektor budidaya perikanan dan pertanian pesisir.

“Di sepanjang wilayah pantai Pangandaran terdapat kegiatan pembibitan dan pembesaran udang. Jika lingkungan perairan tercemar, tentu akan berdampak pada usaha budidaya yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Abah Rangga mengingatkan bahwa pencemaran logam berat dapat mengganggu rantai makanan di laut, merusak terumbu karang, serta memengaruhi kualitas hasil perikanan yang dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan maupun lingkungan.

Ia juga membandingkan kualitas perairan di wilayah selatan Jawa yang selama ini relatif lebih baik dibanding sejumlah kawasan pesisir utara yang telah menghadapi persoalan pencemaran logam berat.

Untuk itu, Abah Rangga berharap pihak perusahaan pemilik maupun pengangkut batu bara segera mengambil langkah nyata dalam menangani dampak yang mungkin timbul akibat insiden tersebut. Ia juga meminta instansi terkait melakukan pengawasan dan kajian lingkungan secara menyeluruh guna memastikan keamanan ekosistem perairan Pangandaran.

“Harapan kami ada tindakan cepat dan nyata, terutama dari perusahaan yang mengangkut batu bara tersebut, sehingga dampak terhadap lingkungan dan masyarakat dapat dicegah sedini mungkin,” pungkasnya. (Hrs)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *