Kades Apur Harapkan Wali Kota Pertimbangkan Putra Daerah Sumber Air Pimpin PDAM Tirta Bukit Sulap
LUBUKLINGGAU, global aktual – Dukungan terhadap calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap (TBS) Kota Lubuklinggau periode 2026–2031 terus mengalir dari berbagai kalangan. Kali ini, dukungan datang dari Kepala Desa Apur, Kecamatan Sindang Beliti Ulu, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Kenedi, yang berharap putra daerahnya mendapat kesempatan memimpin perusahaan penyedia layanan air bersih tersebut, Senin (23/06/2026).
Harapan tersebut disampaikan menjelang penetapan Direktur definitif PDAM Tirta Bukit Sulap oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau. Menurut Kenedi, salah satu kandidat yang mengikuti proses seleksi, Feri Isrop, merupakan putra asli Desa Apur yang memiliki kapasitas dan pengalaman yang layak dipertimbangkan untuk menduduki jabatan strategis tersebut.
Kenedi menjelaskan, Feri Isrop telah melewati sejumlah tahapan seleksi dan dinilai memiliki bekal pendidikan serta pengalaman yang mendukung. Dengan latar belakang Sarjana Hukum dan pengalaman dalam bidang hukum maupun tata kelola organisasi, Feri diyakini mampu membawa PDAM Tirta Bukit Sulap menjadi perusahaan daerah yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Selain faktor kompetensi, Kenedi menilai terdapat aspek historis yang patut menjadi perhatian dalam proses penentuan direktur. Desa Apur, kata dia, selama puluhan tahun menjadi wilayah sumber air baku utama yang menopang operasional PDAM Tirta Bukit Sulap dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya.
“Sejak tahun 1986, masyarakat Desa Apur ikut menjaga dan melestarikan kawasan sumber air yang menjadi bagian penting dari pelayanan PDAM. Karena itu, kami berharap keberadaan putra daerah yang memahami kondisi sumber air tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan,” ujar Kenedi.
Menurutnya, seseorang yang berasal dari daerah sumber air memiliki pemahaman yang lebih dekat terhadap kondisi geografis, potensi sumber daya, hingga tantangan dalam menjaga keberlanjutan pasokan air. Pengetahuan tersebut dinilai dapat menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan pelanggan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.
Lebih lanjut, Kenedi menegaskan bahwa dukungan yang diberikan bukan sekadar soal jabatan atau kepentingan daerah semata. Ia menyebut harapan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kontribusi masyarakat Desa Apur yang selama ini berperan dalam menjaga keberlangsungan sumber air yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berharap Bapak Wali Kota Lubuklinggau dapat menjadikan hal ini sebagai bahan pertimbangan. Ini bukan hanya tentang posisi jabatan, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap daerah yang selama puluhan tahun menjadi penopang sumber air bersih. Jika putra daerah diberi kesempatan, kami yakin ia akan bekerja maksimal demi kemajuan PDAM dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, Kenedi menyatakan pihaknya tetap mendukung seluruh proses seleksi yang dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap siapa pun yang terpilih nantinya mampu membawa PDAM Tirta Bukit Sulap menjadi perusahaan daerah yang semakin maju, andal, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Dukungan dari Desa Apur menambah dinamika dalam proses pemilihan Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap periode 2026–2031. Di sisi lain, aspirasi tersebut juga menjadi pengingat akan pentingnya peran daerah sumber air dalam mendukung keberlangsungan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Lubuklinggau. (Ari)
