Utama

Kepala SPPG Mekarjadi Mengaku Dapat Tantangan Berkelahi, Persoalan Siap Dibawa ke Jalur Hukum

CIAMIS, globalaktual.my – Persoalan yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciamis-Sadananya-Mekarjadi kembali mencuat. Mantan Kepala SPPG Mekarjadi, Deni Maulana Dipraja, mengaku mendapat pesan WhatsApp yang berisi tantangan untuk berkelahi pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 12.07 WIB.

Deni mengatakan, pesan tersebut ditujukan langsung kepadanya dan diduga berkaitan dengan persoalan suara kendaraan roda dua yang sebelumnya menjadi pembahasan di lingkungan SPPG.

“Pesan tersebut jelas ditujukan kepada saya. Saya ditantang secara jantan untuk berkelahi di mana pun,” ujar Deni, Rabu (23/9/2026).

Menurut Deni, dirinya sudah tidak lagi bertugas di SPPG Mekarjadi sejak sekitar satu bulan terakhir. Ia sekaligus membantah informasi yang menyebut dirinya baru akan dipindahkan dari SPPG tersebut.

Deni menjelaskan, pemeriksaan di lokasi saat ini telah ditangani oleh SPPI lain yang ditugaskan. Persoalan kemudian berkembang setelah muncul keinginan dari pihak tertentu untuk menggantikannya.

Ia mengaku telah memberikan klarifikasi kepada pihak KPPG melalui pertemuan daring terkait laporan yang disampaikan mitra. Dalam kesempatan tersebut, Deni juga menyampaikan rencana untuk melaporkan balik pihak mitra karena merasa mendapat ancaman kekerasan.

“Saya sudah memberikan keterangan kepada KPPG. Saya juga meminta izin untuk melaporkan kembali pihak mitra karena ada tindakan yang menurut saya merupakan ancaman kekerasan,” katanya.

Deni juga menceritakan pengalamannya ketika datang seorang diri ke SPPG untuk memenuhi undangan. Setibanya di lokasi, ia mengaku bertemu sekitar delapan orang yang disebutnya merupakan keluarga dan relawan.

Namun, orang yang sebelumnya diduga menantangnya tidak ditemui. Menurut Deni, orang tersebut ditahan oleh saudaranya yang merupakan PIC SPPG, Arisman.

Atas kejadian itu, Deni mengaku telah mengamankan bukti berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp. Ia juga menyebut telah menyiapkan draf laporan hukum.

“WA-nya ada buktinya. Saya sudah membuat draft laporan dan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Saya juga sudah berkoordinasi dan melaporkannya kepada KPPG,” tegasnya.

Deni mengatakan masih membuka ruang penyelesaian secara profesional. Namun, apabila persoalan tidak dapat diselesaikan melalui komunikasi, ia memastikan akan menempuh jalur hukum.

“Saya ingin persoalan ini diselesaikan secara profesional dan resmi. Kalau tidak bisa, saya akan membawa ke ranah hukum dan laporan itu tidak akan saya cabut,” ujarnya.

Sementara itu, PIC SPPG Ciamis-Sadananya-Mekarjadi, Arisman, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia menegaskan tidak terjadi keributan ketika Deni datang ke lokasi.

Arisman mengaku belum mengetahui secara pasti informasi mengenai adanya sejumlah orang yang disebut hendak membuat keributan.

“Katanya ada anak-anak yang mau ramai-ramai. Pas datang, ngobrol sebentar, kemudian saya lari seperti itu. Untuk hal lainnya saya belum tahu pasti. Waktu itu tidak terjadi apa-apa,” kata Arisman.

Terkait persoalan yang disebut berawal dari suara bising kendaraan roda dua, Arisman membenarkan bahwa informasi tersebut memang sempat disampaikan kepadanya.

“Katanya seperti itu. Ya sudah, kaitan itu mungkin sudah terkonsolidasi. Tidak terjadi apa-apa,” ujarnya.

Arisman menilai persoalan tersebut masih dapat diselesaikan melalui komunikasi dan jalan damai agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Penyampaiannya memang persoalan kecil yang bisa diselesaikan dengan baik-baik,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pada Rabu (23/9/2026) melalui pesan WhatsApp, pihak mitra disebut belum memberikan tanggapan karena sedang memiliki kesibukan. Konfirmasi juga telah dilakukan kepada pihak Korcam, namun hingga berita ini disusun belum terdapat balasan.

Berita ini dipublikasikan berdasarkan keterangan dari pihak-pihak yang telah memberikan tanggapan. Adapun pihak mitra dan Korcam masih diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi maupun keterangan terkait persoalan tersebut. (Hrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *