Camat Sadananya Pastikan Keberlanjutan MBG Mekarjadi, Sekolah Harapkan Distribusi Segera Normal
CIAMIS, globalaktual.my – Camat Sadananya, Kabupaten Ciamis, Armina, S.TP., M.P., memastikan pihak kecamatan terus melakukan pengawasan dan koordinasi terkait polemik internal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ciamis-Sadananya-Mekarjadi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul penghentian sementara distribusi makanan ke sejumlah sekolah penerima manfaat.
Armina mengatakan, pihaknya memperoleh informasi mengenai persoalan di SPPG Mekarjadi pada Selasa malam. Padahal, dalam pertemuan evaluasi MBG pada Senin sebelumnya, belum ada laporan mengenai permasalahan tersebut.
Mendapat informasi itu, Armina yang saat itu tengah menjalankan agenda uji petik pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayah Sukajadi, menyempatkan diri melakukan koordinasi dan meninjau langsung kondisi SPPG.
“Kami mendapat informasi ada persoalan internal antara mitra, kepala SPPG, PIC, dan staf relawan. Selain itu, ada juga sarana dan prasarana yang perlu diperbaiki,” ujar Armina, Kamis (24/09/2026).
Dalam peninjauan tersebut, pihak kecamatan berkoordinasi dengan Danpos Ramil, Babinsa, serta pihak desa. Pertemuan turut dihadiri PIC, mitra, kepala SPPG, dan staf kecamatan untuk menggali informasi sekaligus mengetahui perkembangan persoalan dari masing-masing pihak.
Menurut Armina, kedua belah pihak telah menyampaikan klarifikasi dan pandangannya masing-masing. Pihak kecamatan tidak bermaksud memihak salah satu pihak, melainkan menjalankan fungsi pengawasan kewilayahan dan memastikan pelayanan MBG dapat kembali berjalan.
“Kami tidak bermaksud memihak ke sana atau ke sini. Semua pihak berhak menyampaikan sudut pandangnya masing-masing. Fokus kedatangan kami untuk memastikan keberlanjutan layanan,” katanya.
Armina menjelaskan, kewenangan kecamatan dalam persoalan tersebut terbatas pada pengawasan dan pengendalian di wilayah. Pihaknya telah menyampaikan laporan awal kepada Ketua Satgas MBG tingkat Kabupaten Ciamis, yang dijabat Kepala Dinas Pendidikan.
Sementara itu, keputusan terkait penyelesaian persoalan, termasuk kemungkinan pergantian kepala SPPG, berada pada kewenangan pihak Badan Gizi Nasional (BGN) melalui KPPG perwakilan provinsi di Bandung.
Menurutnya, proses penyelesaian perlu mengikuti mekanisme yang berlaku. Penentuan penerima manfaat dan proses persetujuan pengelola juga harus mengacu pada ketentuan yang berlaku di lingkungan BGN.
Armina menyebut, pihaknya telah memanggil dan meminta keterangan Deni Maulana Dipraja selaku kepala SPPG untuk mendengarkan penjelasan dari sudut pandangnya.
Ia juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut masih dalam proses penanganan. Pihak terkait telah datang untuk meminta keterangan, sementara kecamatan menunggu perkembangan dan arahan lebih lanjut dari KPPG.
“Kami di kecamatan hanya menjalankan fungsi pengawasan. Untuk keputusan akhir penyelesaian persoalan ini, kita sama-sama menunggu dari pihak KPPG,” jelasnya.
Armina mengaku turut memikirkan nasib para relawan dan keluarga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas SPPG. Selain itu, keberlangsungan distribusi makanan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat menjadi perhatian utama.
Ia berharap keputusan dapat segera diterbitkan sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan bagi para pihak yang terlibat maupun sekolah penerima MBG.
Pihak kecamatan juga mengimbau semua pihak agar menahan diri dan tidak mengedepankan emosi dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Kami sudah menyampaikan kepada kedua belah pihak agar saling menahan diri. Kalau sudah memungkinkan untuk berbicara baik-baik, kita harapkan persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Armina menambahkan, pihaknya siap memfasilitasi pertemuan apabila kedua belah pihak telah siap untuk duduk bersama. Laporan tertulis mengenai kronologi persoalan juga akan disampaikan setelah ada perkembangan dan informasi lebih lanjut dari KPPG.

Di sisi lain, Kepala SMPN 1 Sadananya, Lilis Hertati, S.Pd., M.Pd., berharap distribusi MBG ke sekolahnya dapat segera kembali normal. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi para siswa dan telah menjadi salah satu layanan yang dinantikan setiap hari.
Lilis menyebutkan, jumlah penerima manfaat MBG di SMPN 1 Sadananya mencapai sekitar 678 orang, termasuk siswa dan guru.
“Harapan saya sebagai kepala sekolah, pelaksanaan program ini bisa kembali berjalan. Anak-anak di sekolah kami merasakan manfaat yang luar biasa dan sangat menantikan adanya MBG,” ungkap Lilis.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab penghentian sementara distribusi dari SPPG Mekarjadi. Pihak sekolah hanya menerima pemberitahuan melalui pesan WhatsApp pada Selasa sekitar pukul 15.00 WIB mengenai penghentian sementara penyaluran makanan hingga waktu yang belum ditentukan.
Menindaklanjuti pemberitahuan tersebut, pihak sekolah segera menyampaikan informasi kepada para siswa agar membawa bekal makanan dari rumah masing-masing selama distribusi MBG belum kembali berjalan.
Menurut Lilis, pihak sekolah belum memperoleh kepastian mengenai batas waktu penghentian sementara maupun jadwal dimulainya kembali distribusi makanan.
“Kami berharap persoalan ini segera selesai sehingga pendistribusian MBG ke SMPN 1 Sadananya bisa kembali normal. Untuk sementara, kami mengimbau siswa membawa bekal dari rumah sampai ada informasi lebih lanjut,” katanya.
Lilis menambahkan, keberadaan program MBG sangat membantu pemenuhan kebutuhan makan siswa, terutama bagi anak-anak yang terkadang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Dengan adanya penghentian sementara tersebut, pihak sekolah berharap penyelesaian persoalan di tingkat pengelola dapat segera dilakukan tanpa mengabaikan kepentingan para siswa sebagai penerima manfaat.
Pihak sekolah pun menunggu informasi resmi mengenai kelanjutan program tersebut sembari memastikan para siswa tetap mendapatkan perhatian selama masa penghentian distribusi.
Hingga kini, penyelesaian polemik internal SPPG Mekarjadi masih menunggu proses dan keputusan dari pihak berwenang. Kecamatan Sadananya menyatakan tetap menjalankan fungsi pengawasan dan koordinasi, sedangkan pihak sekolah berharap pelayanan MBG segera kembali berlangsung demi memenuhi kebutuhan para siswa. (AH)
