DMI Ciamis Gelar Pelatihan Affiliate Marketing, Dorong Pengurus Masjid Kembangkan Potensi Ekonomi Digital
CIAMIS, globalaktual.my – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Ciamis menggelar pelatihan affiliate marketing atau pemasaran afiliasi digital sebagai upaya meningkatkan wawasan dan keterampilan pengurus masjid dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis digital.
Kegiatan yang diikuti sekitar 80 peserta pada Sabtu (31/10/2026), menghadirkan pemateri dari Humas Masjid Al-Kahfi Bunut, Bandung. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), pengurus ranting DMI tingkat kecamatan, hingga pengurus cabang DMI se-Kabupaten Ciamis.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari program dan pengalaman sebelumnya yang berkaitan dengan pengembangan potensi masjid. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan pada peluang ekonomi digital, khususnya melalui sistem affiliate marketing yang memungkinkan seseorang memasarkan produk milik pihak lain melalui platform digital.
Sekretaris PC DMI Kecamatan Ciamis, Dikri Ilhami Ahmad Fauzi Salako, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan membuka wawasan generasi muda dan para pengurus masjid agar memiliki perspektif lebih luas dalam mengelola serta mengembangkan fungsi masjid.
Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga memiliki potensi untuk berkontribusi dalam bidang ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi siapa saja, termasuk para pengurus masjid, untuk memasarkan berbagai produk secara daring melalui mekanisme afiliasi. Karena itu, pemahaman mengenai digitalisasi dan affiliate marketing dinilai penting untuk dikembangkan di lingkungan masjid.
Pemilihan pemateri dari Masjid Al-Kahfi Bunut, Bandung, juga didasarkan pada pengalaman narasumber yang telah berkecimpung dalam dunia affiliate marketing dan memiliki capaian omzet yang dinilai dapat menjadi referensi serta motivasi bagi para peserta.
Melalui pelatihan ini, DMI berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan serta dikembangkan di lingkungan masing-masing, sehingga peluang ekonomi digital dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat Kabupaten Ciamis.
Dikri berharap, ke depan para pengurus masjid tidak hanya berfokus pada pengelolaan kegiatan peribadatan, tetapi juga mampu melihat berbagai peluang pemberdayaan umat.
“Harapannya, pengurus masjid tidak hanya mengurus masjid semata, tetapi juga bisa berpikir lebih luas. Kemanfaatan bagi masyarakat dapat ditimbulkan dan diawali dari masjid,” ungkapnya.
Dengan demikian, masjid diharapkan dapat semakin berperan sebagai pusat pemberdayaan umat, baik dalam aspek keagamaan, sosial, maupun ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital. (RIS)
