Nusantara

Majelis Taklim Al-Ukhwah Ciamis Perkuat Silaturahmi dan Syiar Islam, Diikuti Lebih dari 500 Jamaah

CIAMIS, globalaktual.my – Majelis Taklim Al-Ukhwah Kecamatan Ciamis terus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat melalui kegiatan pengajian rutin bulanan. Kegiatan yang digelar setiap Senin pertama setiap bulan tersebut melibatkan berbagai unsur organisasi keagamaan, pemerintah, serta masyarakat di wilayah Kecamatan Ciamis.

Pada Senin (2/11/2026), kegiatan pengajian bulanan dilaksanakan di Masjid Jami Nurul Ihsan, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 500 jamaah yang berasal dari berbagai desa dan kelurahan se-Kecamatan Ciamis.

Program pengajian tersebut merupakan gagasan Camat Ciamis yang penyelenggaraannya dilakukan secara kolaboratif bersama unsur Kecamatan Ciamis, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), BKMM, UPZ, serta berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan lainnya.

Pengajian Majelis Taklim Al-Ukhwah pertama kali dilaksanakan pada Februari 2026 di Masjid Al-Ikhlas Tonjong. Sejak saat itu, kegiatan terus berjalan secara rutin dengan lokasi pelaksanaan bergantian di masjid-masjid yang berada di wilayah Kecamatan Ciamis.

Perwakilan penyelenggara, Haji Nizar Muhammad Pasyak, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa Majelis Taklim Al-Ukhwah dibentuk sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan lintas organisasi maupun instansi.

“Al-Ukhwah itu artinya persatuan dan persaudaraan. Kami sangat terbuka bagi organisasi maupun instansi mana pun untuk bersama-sama menjalin kerja sama dan mengikuti kegiatan pengajian ini,” ungkap Nizar.

Menurutnya, sasaran kegiatan tidak hanya masyarakat yang selama ini aktif mengikuti pengajian, tetapi juga para pegawai instansi pemerintahan, perangkat desa dan kelurahan, serta pegawai Kantor Urusan Agama (KUA).

“Harapan kami, bukan hanya jamaah yang biasa mengikuti pengajian, tetapi juga para pegawai dari instansi pemerintah, desa, kelurahan, KUA dan unsur lainnya bisa ikut terlibat. Dengan begitu, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan keagamaan di Kecamatan Ciamis,” jelasnya.

Rangkaian pengajian diawali dengan pembacaan dan kajian Kitab Nashoihul Ibad yang disampaikan oleh KH Muslih Al-Hudori dari Pondok Pesantren Darul Huda Benteng. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah atau mauizah hasanah yang menghadirkan mubalig lokal dari desa atau kelurahan tempat kegiatan berlangsung.

Konsep menghadirkan penceramah dari lingkungan lokal tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberdayakan para mubalig di tingkat desa dan kelurahan sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkontribusi dalam syiar Islam.

Nizar menambahkan, penentuan desa atau kelurahan sebagai lokasi kegiatan dilakukan lebih awal, sedangkan pemilihan masjid dikonfirmasi sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan dengan mempertimbangkan kapasitas tempat untuk menampung jamaah.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terus meningkat. Penyelenggara mencatat jumlah jamaah yang hadir pada pelaksanaan November 2026 mencapai lebih dari 500 orang.

“Alhamdulillah, setiap bulannya jamaah yang hadir semakin banyak. Untuk kegiatan kali ini, diperkirakan lebih dari 500 orang. Kami berharap pada 2027 mendatang jumlah jamaah bisa mencapai minimal 1.000 orang,” tutur Nizar.

Untuk mendukung target tersebut, penyelenggara juga merencanakan menghadirkan mubalig dengan cakupan dakwah tingkat kecamatan hingga kabupaten, di antaranya Ketua Umum MUI dan Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Ciamis.

Pihak penyelenggara juga membuka kesempatan bagi pelajar SMP, SMA, SMK, hingga madrasah aliyah di wilayah Kecamatan Ciamis untuk berpartisipasi.

“Kami juga berharap sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Ciamis dapat mengirimkan tiga sampai lima orang siswa untuk mengikuti kegiatan ini. Harapannya, generasi muda juga mendapatkan pendidikan dan pemahaman keagamaan melalui majelis taklim,” tambahnya.

Selain pengajian, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis serta penyerahan paket kebersihan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menjadi tuan rumah.

Sementara itu, Ketua DMI Ranting Desa Panyingkiran sekaligus pengurus Masjid Jami Nurul Ihsan, Rudy Bukhari Muslim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pengajian bulanan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Masjid Jami Nurul Ihsan saat ini tengah mengikuti proses penilaian tingkat Kabupaten Ciamis dalam kategori masjid pelayanan publik. Oleh karena itu, pengurus DKM terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk menyediakan sarana dan prasarana yang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Alhamdulillah, kami selaku pengurus DKM terus berupaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan siapa pun yang berkunjung ke masjid ini. Termasuk menyediakan sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas serta fasilitas pendukung lainnya,” ujar Rudy.

Ia juga mengapresiasi terjalinnya kolaborasi antara DMI, Kecamatan Ciamis, organisasi keagamaan, unsur pemerintahan, dan masyarakat sehingga kegiatan pengajian dapat terselenggara dengan baik.

Selain menjadi lokasi kegiatan keagamaan, Masjid Jami Nurul Ihsan juga menjalankan program sosial Jumat Berkah yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Program tersebut merupakan hasil kerja sama DKM dengan masyarakat melalui UPZ Desa Panyingkiran.

Dalam kegiatan Jumat Berkah, pengurus masjid menyediakan makanan dan minuman bagi masyarakat, musafir, serta pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Lingkar Selatan Ciamis.

“Setiap Jumat kami mengadakan program Jumat Berkah dengan menyediakan makanan dan minuman bagi masyarakat. Ini merupakan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, termasuk para musafir yang sedang melakukan perjalanan dan melintas di kawasan Jalan Lingkar Selatan,” jelasnya.

Rudy menegaskan bahwa program pelayanan tersebut terbuka bagi siapa saja, tidak terbatas hanya untuk warga Desa Panyingkiran. Masyarakat dari luar desa yang ingin berinfak dan bersedekah untuk mendukung kegiatan Jumat Berkah juga dipersilakan.

“Kami menerima siapa pun yang ingin berinfak dan bersedekah. Nantinya, bantuan tersebut akan kami himpun dan salurkan kembali kepada masyarakat. Masjid ini merupakan masjid pelayanan publik, sehingga siapa pun yang melintas dan ingin beristirahat di sini silakan. Insyaallah, kami dari pihak DKM akan berupaya memberikan pelayanan sebaik-baiknya,” ungkap Rudy.

Melalui penyelenggaraan Majelis Taklim Al-Ukhwah secara berkelanjutan, diharapkan terbangun persatuan dan kekompakan masyarakat, khususnya dalam bidang keagamaan. Selain meningkatkan pemahaman Islam, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan syiar Islam serta mendorong Kecamatan Ciamis berkembang sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan di Kabupaten Ciamis.  (RIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *