Nasional

Penjualan Beras Lokal Talang Benih Tersendat, KUD Mulya Usaha Kalah Bersaing dengan Produk Luar Daerah

REJANG LEBONG, global aktual – Penjualan beras lokal khas Kabupaten Rejang Lebong yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Mulya Usaha di Kelurahan Talang Benih mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun 2026. Melimpahnya pasokan beras dari luar daerah disebut menjadi penyebab utama tersendatnya penjualan hasil panen petani lokal.

Ketua KUD Mulya Usaha Talang Benih, Iswadi, Jumat (23/5/2026), mengatakan stok beras lokal saat ini masih cukup banyak tersimpan di gudang koperasi. Namun, tingginya persaingan dengan beras kiriman dari luar daerah membuat penjualan berjalan lambat hingga memasuki Mei 2026.

“Stok beras Talang Benih di Kabupaten Rejang Lebong saat ini cukup melimpah. Akan tetapi, penjualannya mengalami ketersendatan sejak awal tahun hingga Mei 2026,” ujar Iswadi.

Ia menjelaskan, volume beras yang masih tersimpan di gudang KUD Mulya Usaha mencapai sekitar 1.200 kaleng atau setara lebih dari 19 ton. Jumlah tersebut diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

Menurutnya, kondisi ini terjadi akibat membanjirnya beras dari luar daerah yang masuk ke Pasar Curup sebagai pusat perdagangan utama di Kabupaten Rejang Lebong. Akibatnya, daya serap pasar terhadap beras lokal menurun sehingga hasil panen petani setempat tidak terserap secara maksimal.

Kondisi tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap pendapatan petani dan keberlangsungan usaha penggilingan beras lokal apabila tidak segera mendapat perhatian dari pihak terkait.

KUD Mulya Usaha berharap adanya langkah dari pemerintah daerah untuk membantu menjaga stabilitas pemasaran beras lokal agar mampu bersaing di pasaran serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Talang Benih dan sekitarnya. (Lela)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *