Masuk PSI, Langkah Politik Ino Darsono Dinilai Buka Peluang Baru Menuju Pemilu dan Pilkada
Pangandaran, global aktual – Keputusan Wakil Bupati Pangandaran, Ino Darsono, bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia mendapat perhatian dari berbagai kalangan politik. Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pangandaran, Ujang Endin Indrawan, mengaku cukup terkejut dengan pilihan politik tersebut karena berada di luar perkiraannya.
Menurut Ujang Endin, secara logika politik, Ino Darsono dinilai lebih berpeluang bergabung dengan partai yang mengusungnya pada Pilkada Pangandaran sebelumnya, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau Partai Amanat Nasional. Namun, keputusan Ino justru berlabuh ke PSI.
“Terus terang saya agak kaget mendengar Pak Ino masuk PSI. Karena dalam pandangan saya, beliau seharusnya lebih dekat dengan partai pengusungnya pada Pilkada lalu, yaitu PDIP atau PAN,” ujar Ujang Endin saat dimintai tanggapannya, Jumat (29/05/2026).
Ia menilai, bergabungnya Ino ke PSI kemungkinan merupakan bagian dari strategi politik jangka panjang. Langkah tersebut bisa menjadi upaya membuka ruang dan peluang yang lebih besar untuk menghadapi kontestasi politik mendatang, baik pada Pemilu Legislatif maupun Pilkada.
Ujang Endin menduga Ino melihat peluang politik di partai sebelumnya tidak semudah yang dibayangkan, sehingga memilih mencari kendaraan politik lain yang dianggap lebih memberikan kesempatan untuk berkembang.
Meski demikian, Ujang Endin menegaskan dirinya tidak ingin memberikan penilaian mengenai apakah keputusan tersebut logis, tidak logis, etis, atau tidak etis. Sebagai pimpinan partai politik, ia menghormati pilihan politik setiap individu maupun partai lain.
“Saya tidak dalam posisi memberikan penilaian terhadap partai lain ataupun sikap politik seseorang. Itu merupakan hak masing-masing,” katanya.
Ia menambahkan, yang dapat dipastikan adalah keputusan Ino Darsono bergabung dengan PSI bukanlah langkah yang diambil tanpa pertimbangan. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bagian dari perencanaan politik yang telah dipersiapkan untuk menghadapi dinamika politik ke depan. (Hrs)
