Aktual

Tujuh Bak Benur Vanamei Mati Diduga Akibat Air Laut Terkontaminasi Batu Bara

Pangandaran, global aktual – Dugaan dampak pencemaran perairan akibat tumpahan batu bara kembali mencuat di Kabupaten Pangandaran. Kali ini, sebanyak tujuh bak benur udang vanamei dilaporkan mengalami kematian massal setelah dilakukan pengisian air laut yang diduga telah terkontaminasi material batu bara.

Praktisi perikanan Pangandaran, Abah Rangga, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/6/2026). Menurutnya, benur vanamei yang berada dalam tujuh bak pemeliharaan mati tidak lama setelah air laut dimasukkan ke dalam bak budidaya.

“Ada lagi kejadian hari ini. Tujuh bak benur vanamei mati setelah dilakukan pengisian air laut yang diduga terkontaminasi oleh tumpahan batu bara,” ujar Abah Rangga.

Ia menilai kejadian tersebut semakin memperkuat kekhawatiran para pelaku perikanan dan pembudidaya terhadap kondisi perairan pasca-insiden tongkang batu bara yang kandas di wilayah perairan Pangandaran. Karena itu, Abah Rangga meminta agar seluruh pihak menunggu hasil uji laboratorium sebelum kembali melakukan aktivitas yang bergantung pada pasokan air laut.

Menurutnya, kejadian tersebut sejalan dengan imbauan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, yang sebelumnya meminta masyarakat nelayan maupun pelaku usaha perikanan untuk menahan diri melakukan aktivitas tertentu hingga ada kepastian ilmiah terkait kondisi perairan.

“Ini sesuai dengan imbauan Ketua HNSI Pangandaran, H. Jeje Wiradinata. Jangan dulu melakukan aktivitas sebelum ada kejelasan hasil uji laboratorium terhadap kualitas air laut dan dampak tumpahan batu bara,” kata Abah Rangga.

Sementara itu, H. Jeje Wiradinata menegaskan bahwa langkah kehati-hatian perlu dilakukan guna menghindari kerugian yang lebih besar bagi nelayan dan pembudidaya. Menurutnya, hasil uji laboratorium menjadi dasar penting untuk menentukan kondisi perairan serta langkah penanganan yang harus dilakukan ke depan.

Para pelaku perikanan berharap pemerintah daerah, instansi terkait, serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tumpahan batu bara dapat segera menyelesaikan proses pengujian dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat. Mereka menilai transparansi hasil uji sangat penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan perairan Pangandaran.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian benur vanamei tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. Namun, kejadian tersebut menjadi peringatan bagi pelaku usaha perikanan untuk lebih berhati-hati dalam memanfaatkan air laut sebelum ada kepastian mengenai kondisi lingkungan perairan. (Hrs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *