Festival Tunas Bahasa Ibu di Ciamis Diikuti 378 Siswa, Jadi Upaya Lestarikan Bahasa dan Budaya Sunda
CIAMIS, globalaktual.my – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Ciamis kembali digelar sebagai bagian dari upaya melestarikan bahasa dan budaya Sunda di tengah perkembangan zaman. Pelaksanaan FTBI dilaksanakan di SDN 1 Cijeungjing, Ciamis, Kamis (27/08/2026).
Panitia Pelaksana Lapangan FTBI, Intan Rustandi, S.Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang diikuti para siswa terbaik hasil penjaringan dari setiap kecamatan di Kabupaten Ciamis.
“Ini kegiatan biasa, rutinitas tahunan. Pesertanya dari tingkat kecamatan se-Kabupaten Ciamis, yang merupakan hasil penjaringan dan juara pertama di kecamatan masing-masing,” ujar Intan.
Ia menjelaskan, FTBI tahun ini diikuti sekitar 378 siswa yang berasal dari berbagai sekolah dasar di seluruh kecamatan di Kabupaten Ciamis. Para peserta mengikuti tujuh mata lomba yang mempertandingkan kategori putra dan putri.
Beberapa cabang yang dilombakan di antaranya mendongeng, nyarita (bercerita), bebodoran, maca (membaca) dan nulis aksara Sunda, serta sejumlah keterampilan berbahasa Sunda lainnya.
Menurut Intan, para peserta umumnya berasal dari siswa kelas 3 hingga kelas 6 SD. Mereka telah dipersiapkan dari tingkat kecamatan untuk tampil dalam ajang tingkat kabupaten tersebut.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama satu hari, mulai pagi hingga sore. Para peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menggunakan bahasa Sunda melalui berbagai cabang perlombaan.
Selain menjadi ajang kompetisi, FTBI juga menjadi wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi generasi muda dalam penguasaan bahasa serta budaya Sunda.
Intan berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga bahasa Sunda tidak semakin tergerus oleh perubahan zaman dan perkembangan generasi.
“Harapannya, melalui Festival Tunas Bahasa Ibu ini budaya Sunda bisa terus dilestarikan. Jangan sampai budaya Sunda hilang karena termakan zaman. Anak-anak sekarang sudah berbeda generasi dan masanya, sehingga kegiatan seperti ini penting agar ada kelanjutannya,” katanya.
Ia menambahkan, para peserta yang meraih prestasi terbaik di tingkat kabupaten nantinya berpeluang mewakili Kabupaten Ciamis pada ajang FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dengan demikian, FTBI tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan bagi pelajar, tetapi juga menjadi salah satu sarana untuk menjaga keberlangsungan bahasa, sastra, dan budaya Sunda agar tetap dikenal serta digunakan oleh generasi penerus.
Penulis: Dede Irwan
Editor: A. Harus
