Revitalisasi SDN 7 Kawunglarang Rancah Senilai Rp805 Juta Disorot, Transparansi Pelaksanaan Dipertanyakan
CIAMIS, globalaktual.my – Program revitalisasi satuan pendidikan di SDN 7 Kawunglarang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, dengan nilai bantuan pemerintah sebesar Rp805.056.156, menjadi perhatian terkait transparansi pelaksanaan proyek di lapangan.
Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, proyek tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam papan proyek disebutkan, SDN 7 Kawunglarang menjadi penerima bantuan dengan pelaksana P2SP. Kegiatan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kalender, mulai Agustus hingga Desember 2026, dengan nilai bantuan Rp805.056.156.
Program tersebut mencakup revitalisasi fasilitas sekolah, termasuk pembangunan atau perbaikan enam ruang kelas guna menunjang kenyamanan dan kualitas proses belajar mengajar bagi para siswa.
Namun, pelaksanaan pekerjaan di lapangan disebut menimbulkan sejumlah pertanyaan. Salah satunya terkait dokumen teknis pekerjaan. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa direksi kit belum tersedia di lokasi, sementara shop drawing atau gambar teknis pekerjaan yang menjadi acuan pelaksanaan dan berkaitan dengan RAB juga disebut belum terlihat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberadaan informasi teknis dinilai penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi, volume, serta anggaran yang telah ditetapkan.
Selain persoalan transparansi dokumen teknis, keterlibatan masyarakat sekitar juga menjadi sorotan. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Tokoh Masyarakat setempat tidak dilibatkan, sementara sebagian tenaga kerja yang digunakan dalam pengerjaan proyek disebut berasal dari luar wilayah sekitar sekolah.
Padahal, pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan pembangunan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar, khususnya melalui kesempatan kerja bagi warga setempat.
Meski demikian, informasi mengenai tidak tersedianya dokumen teknis dan keterlibatan tenaga kerja tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak pelaksana maupun instansi terkait agar diperoleh penjelasan yang berimbang.
Masyarakat berharap pelaksanaan revitalisasi SDN 7 Kawunglarang dapat berjalan secara terbuka, sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan penggunaan anggaran negara. Dengan demikian, pembangunan enam ruang kelas tersebut benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan dan peserta didik. (De Ir)
