Mendukbangga Wihaji Temui Ribuan Kader TPK di Ciamis, Herdiat Soroti Perbedaan Data Stunting 20,23 Persen dan 4,4 Persen
CIAMIS, globalaktual.my – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menemui ribuan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam kegiatan TPK MBG 3B Kabupaten Ciamis di Gedung KH Irfan Hielmy, Selasa (29/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wihaji berdialog langsung dengan para kader untuk menggali pengalaman mereka dalam mendampingi keluarga di lapangan. Pertemuan ini juga menjadi momentum penguatan peran TPK dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya percepatan penurunan angka stunting.
Kedatangan Mendukbangga disambut Bupati Ciamis Herdiat Sunarya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.
Di hadapan ribuan kader, Wihaji menyebut TPK sebagai “pahlawan keluarga” karena memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat hingga lapisan paling bawah.
“TPK adalah pahlawan keluarga. Mereka yang mengetahui kebatinan masyarakat paling bawah. Suka dan duka telah mereka rasakan dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Wihaji.
Menurutnya, kedekatan kader dengan masyarakat menjadi modal penting bagi pemerintah dalam memastikan program pembangunan keluarga benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan pendampingan.
Ia menjelaskan, kunjungannya ke Kabupaten Ciamis bertujuan melihat secara langsung pelaksanaan program-program prioritas pemerintah di daerah, terutama yang berkaitan dengan penanganan dan pengentasan stunting.
Wihaji berharap para kader TPK dapat menjalankan tugas secara optimal melalui pendampingan yang berkelanjutan, sehingga persoalan stunting di tengah masyarakat dapat terus ditekan.
“Harapan saya TPK bisa bekerja dengan baik sehingga masyarakatnya tidak ada yang stunting,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan arahan mengenai tugas, fungsi, serta sasaran pendampingan TPK di lapangan. Para kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata keluarga di tingkat desa.
Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas Presiden, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), telah berjalan di Kabupaten Ciamis.
Namun, di tengah pelaksanaan program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting, Herdiat menyoroti adanya perbedaan cukup signifikan antara angka stunting berdasarkan data pemerintah pusat dan hasil pendataan langsung yang dilakukan pemerintah daerah.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menjadi rujukan pemerintah pusat, angka stunting Kabupaten Ciamis tercatat sebesar 20,23 persen.
Sementara itu, berdasarkan hasil pengecekan dan pendataan langsung di daerah, angka stunting di Kabupaten Ciamis disebut berada di kisaran 4,4 persen.
Herdiat menjelaskan, pendataan di daerah dilakukan melalui keterlibatan sejumlah OPD yang melaksanakan pembinaan di setiap desa, termasuk dengan memanfaatkan data Posyandu.
Perbedaan angka tersebut, menurutnya, perlu segera mendapat perhatian dan disinkronkan agar pemerintah pusat dan daerah memiliki basis data yang sama dalam menentukan arah kebijakan penanganan stunting.
“Harapan kami perbedaan data yang cukup jauh ini bisa segera diluruskan, karena akan berbeda antara hasil survei dengan hasil sensus secara langsung,” ujar Herdiat.
Ia berharap proses penyelarasan data dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi stunting di Kabupaten Ciamis, sehingga program intervensi dan pendampingan keluarga dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Usai menghadiri kegiatan bersama kader TPK, Mendukbangga Wihaji melanjutkan agenda kunjungan kerja dengan menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) secara langsung kepada penerima manfaat di dua lokasi di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan pemerintah dalam memperkuat pembangunan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pertemuan dengan ribuan kader TPK dan penyerahan bantuan Rutilahu, pemerintah mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para kader yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Optimalisasi peran pendamping keluarga, disertai penyelarasan data stunting, diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting hingga tingkat desa di Kabupaten Ciamis. (Hrs)
