Nusantara

Wisuda 235 Lulusan, STIKes Muhammadiyah Ciamis Siapkan Transformasi Menuju Universitas dan Perkuat Digitalisasi

CIAMIS, globalaktual.my – STIKes Muhammadiyah Ciamis mulai memantapkan langkah pengembangan kelembagaan melalui rencana transformasi menjadi universitas dan penerapan digitalisasi dokumen akademik. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu bersaing menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Komitmen pengembangan itu mengemuka dalam wisuda 235 lulusan Tahun Akademik 2025–2026 pada 14 September 2026. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 81 lulusan profesi Ners juga mengikuti pengambilan sumpah profesi sebagai bekal memasuki dunia kerja dan menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, SKM., MM., menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi para alumni untuk mengamalkan ilmu pengetahuan, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus mampu mengembangkan sistem pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan masyarakat.

Karena itu, pengembangan kelembagaan dan transformasi digital menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Salah satu agenda strategis STIKes Muhammadiyah Ciamis adalah rencana perubahan bentuk institusi menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis.

Rencana tersebut diarahkan melalui pengembangan enam program studi baru, yakni S1 Psikologi, S1 Sains Biomedis, S1 Hukum, S1 Manajemen, S1 Bisnis Digital, dan S1 Informatika.

Penambahan program studi tersebut diharapkan dapat memperluas bidang keilmuan yang tersedia bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas institusi dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin beragam.

Namun, perubahan bentuk perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan penambahan program studi. Kesiapan sumber daya manusia, tenaga pengajar, sarana prasarana, tata kelola, dan sistem penjaminan mutu juga menjadi aspek penting yang perlu dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam konteks tersebut, pembinaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV menjadi salah satu aspek yang relevan untuk memastikan pengembangan institusi berjalan sesuai standar pendidikan tinggi.

Keterangan dari pihak LLDIKTI diperlukan untuk memperjelas tahapan dan persyaratan perubahan bentuk institusi serta kesiapan penyelenggaraan program studi baru.

Hingga informasi mengenai status pengajuan dan target waktu transformasi diperoleh secara terverifikasi, rencana menuju universitas tersebut perlu dipahami sebagai agenda pengembangan kelembagaan yang masih memerlukan kejelasan tahapan pelaksanaan.

Selain menyiapkan pengembangan kelembagaan, STIKes Muhammadiyah Ciamis telah menerapkan digitalisasi dokumen akademik sejak Tahun Akademik 2024/2025.

Digitalisasi tersebut mencakup ijazah, transkrip nilai, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dokumen dilengkapi kode verifikasi berupa barcode atau QR code yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah pemeriksaan keabsahan dokumen oleh pihak berkepentingan.

Penerapan sistem ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi administrasi, mempermudah proses verifikasi, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas pelayanan akademik.

Di sisi lain, digitalisasi dokumen juga menjadi langkah menuju konsep paperless campus, yakni pengurangan penggunaan kertas melalui pemanfaatan teknologi dalam pelayanan administrasi perguruan tinggi.

Meski demikian, efektivitas sistem digital tidak hanya ditentukan oleh penggunaan QR code. Keamanan basis data, perlindungan data pribadi, serta keandalan mekanisme verifikasi tetap menjadi bagian penting dalam memastikan dokumen dapat diperiksa secara akurat.

Dari perspektif teknologi pendidikan, digitalisasi akademik perlu didukung sistem pengelolaan data yang terintegrasi, prosedur pengamanan yang memadai, dan mekanisme verifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, transformasi digital tidak sekadar menjadi pembaruan teknis administrasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun tata kelola pendidikan tinggi yang lebih modern.

Dalam pesannya kepada para wisudawan, Nur Hidayat menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, akhlak, dan integritas setelah menyelesaikan pendidikan.

Pesan tersebut terutama ditujukan kepada lulusan bidang kesehatan yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat dan memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan sesuai kompetensi serta standar profesi.

Sebanyak 81 lulusan profesi Ners yang mengikuti pengambilan sumpah profesi diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab tersebut dengan mengedepankan etika, kompetensi, dan kepentingan pasien.

Selain kesiapan memasuki dunia kerja, para lulusan juga diharapkan terus meningkatkan kemampuan melalui pembelajaran berkelanjutan agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.

Tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut lulusan perguruan tinggi untuk tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik. Pengembangan kompetensi dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat.

Nur Hidayat turut menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga wisudawan, dosen, tenaga kependidikan, serta pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Ciamis atas dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran dan pengembangan institusi.

Dukungan tersebut diharapkan dapat terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ke depan, keberhasilan pengembangan STIKes Muhammadiyah Ciamis tidak hanya diukur dari jumlah lulusan maupun bertambahnya program studi, tetapi juga dari kesiapan kelembagaan, kualitas pendidikan, serta kemampuan alumninya menjawab kebutuhan masyarakat.

Wisuda 235 lulusan Tahun Akademik 2025–2026 pun menjadi momentum bagi STIKes Muhammadiyah Ciamis untuk memperkuat komitmen pengembangan institusi, mematangkan rencana transformasi menuju universitas, dan meningkatkan kualitas pelayanan akademik berbasis digital.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap rencana pengembangan dapat diwujudkan melalui tahapan yang jelas, memenuhi ketentuan pendidikan tinggi, serta memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat. (RIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *