Nusantara

Ustad Buya Aidil Sabet Juara I Kelas Utama Kicau Mania di Road To Wali Kota Cup Lubuk Linggau

LUBUK LINGGAU, globalaktual.my – Ustad Buya Aidil berhasil meraih Juara I Kelas Utama dalam ajang Road To Kicau Mania Wali Kota yang digelar di Arena Kicau Mania BTU, Jalan Kengga II, Kelurahan Batu Urip, RT 06, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Minggu (25/10/2026). Prestasi tersebut diraih bersama burung andalannya, Garnacho_93, yang mampu menunjukkan performa terbaik di tengah persaingan para peserta.

Keberhasilan Ustad Buya Aidil menjadi salah satu sorotan dalam perlombaan yang diikuti kicau mania dari Kota Lubuk Linggau dan sejumlah daerah lainnya. Para peserta membawa burung andalan masing-masing untuk bersaing memperebutkan posisi terbaik dalam berbagai kelas yang dipertandingkan.

Persaingan berlangsung ketat dengan penilaian yang memperhatikan kualitas suara, irama, durasi kerja, serta penampilan burung selama perlombaan. Di tengah kompetisi tersebut, Garnacho_93 mampu menunjukkan penampilan yang mengantarkan Ustad Buya Aidil menempati posisi tertinggi di Kelas Utama.

Ketua Pelaksana, Wedi Wijaya, menjelaskan bahwa panitia menyelenggarakan perlombaan dalam 15 kelas dengan total 24 tantangan. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mendukung efektivitas pelaksanaan lomba dan memaksimalkan kinerja dewan juri dalam melakukan penilaian.

“Pada hari ini ada sebanyak 15 kelas yang kita mainkan dengan 24 tantangan. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan kinerja dewan juri agar penilaian bisa berjalan lebih efektif,” ujar Wedi.

Ia menambahkan, antusiasme peserta dalam Road To Kicau Mania Wali Kota cukup tinggi. Selain berasal dari Lubuk Linggau, peserta juga datang dari Rejang Lebong, Kepahiang, Tebing Tinggi, Kabupaten Musi Rawas, serta Musi Rawas Utara (Muratara).

Menurut Wedi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk menguji kualitas burung berkicau, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di antara para penghobi.

Panitia juga berharap penyelenggaraan turnamen kicau mania dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi kegiatan.

“Dengan adanya turnamen kicau mania seperti ini, kita berharap dapat terus menjalin silaturahmi bersama para pecinta burung berkicau. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat bersinergi dengan pelaku UMKM sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitar lokasi turnamen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wedi mengingatkan seluruh peserta dan dewan juri agar senantiasa menjaga kekompakan serta menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap perlombaan. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan dalam penyelenggaraan kompetisi berikutnya.

Panitia juga mengajak para kicau mania untuk kembali berpartisipasi dalam gelaran akbar yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026 mendatang.

“Semoga pada event akbar yang sangat dinantikan sahabat kicau mania nanti, seluruh peserta dan dewan juri tetap menjaga kekompakan serta menjunjung tinggi sportivitas, sehingga turnamen bergengsi ini dapat berlangsung sukses dan semakin mempererat persaudaraan,” pungkas Wedi.

Raihan Juara I Kelas Utama oleh Ustad Buya Aidil bersama Garnacho_93 menambah catatan prestasi dalam gelaran tersebut. Sementara itu, partisipasi peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kompetisi kicau burung juga menjadi wadah bagi para penghobi untuk menyalurkan minat, memperluas pertemanan, serta membuka peluang bagi pelaku UMKM di sekitar arena perlombaan.  (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *