Pendidikan

175 Orang Tua Siswa di Kelara Sepakati Uji Coba Full Day School Selama Dua Pekan

JENEPONTO, globalaktual my – Sebanyak 175 orang tua siswa di Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, menyepakati penerapan program Full Day School melalui musyawarah bersama yang digelar di aula sekolah pada Rabu (28/10/2026). Uji coba program tersebut dijadwalkan mulai pekan depan selama dua minggu, disertai evaluasi bersama antara pihak sekolah, pengawas pendidikan, dan perwakilan orang tua.
Kesepakatan itu tercapai setelah para orang tua mengikuti pertemuan yang membahas rencana penerapan sistem pembelajaran sehari penuh. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengawas Pendidikan Rinawati Bahdar, S.Pd., M.Pd., Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Tolo Alimuddin, S.E., yang mewakili kepala kelurahan, serta Ketua PGRI Kecamatan Kelara Ibrahim, S.Pd.

Dalam pertemuan tersebut, Rinawati Bahdar menjelaskan bahwa penerapan Full Day School bertujuan memperkuat pendidikan karakter, membiasakan siswa menjalankan ibadah, serta memberikan kesempatan lebih luas kepada guru untuk melakukan pembinaan secara intensif.

Menurutnya, program tersebut tidak dimaksudkan untuk menambah beban siswa, melainkan mengoptimalkan waktu belajar dan pembinaan di lingkungan sekolah yang aman dan terpantau.

“Full Day School memberikan waktu yang lebih proporsional bagi anak untuk belajar, bermain, dan beribadah di lingkungan sekolah yang aman dan terpantau. Kami dari pengawas sangat mendukung,” ujar Rinawati.

Dukungan juga disampaikan Pemerintah Kelurahan Tolo melalui Kasi Ekbang Alimuddin. Ia menilai penerapan program tersebut dapat membantu mengurangi waktu yang dihabiskan siswa di perjalanan sekaligus mendukung pengawasan terhadap aktivitas anak di luar sekolah.

“Kami dari kelurahan mendukung penuh. Ini untuk kebaikan anak-anak kita semua,” kata Alimuddin.

Sementara itu, Ketua PGRI Kecamatan Kelara Ibrahim mengapresiasi partisipasi orang tua dalam musyawarah tersebut. Ia menilai kehadiran 175 orang tua menjadi indikasi adanya perhatian dan kepercayaan terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

“Luar biasa, 175 orang tua hadir. Ini bukti kepercayaan orang tua kepada sekolah dan guru. PGRI Kelara mendukung penuh,” ujarnya.

Setelah melalui diskusi dan sesi tanya jawab, seluruh 175 orang tua yang hadir menyatakan persetujuan secara aklamasi terhadap rencana penerapan Full Day School.

Musyawarah tersebut menghasilkan tiga kesepakatan utama, yakni persetujuan penerapan program, pelaksanaan uji coba selama dua minggu mulai pekan depan, serta penyesuaian jam pulang berdasarkan roster Jumat Full Day yang sebelumnya telah disosialisasikan.

Pelaksanaan uji coba akan dievaluasi bersama oleh pihak sekolah, pengawas pendidikan, dan perwakilan orang tua. Evaluasi ini menjadi bagian dari kesepakatan untuk meninjau pelaksanaan program selama masa percobaan.

Sebagai bentuk pengesahan hasil musyawarah, pertemuan ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama.

Ketua PGRI Kabupaten Jeneponto Zaidil Amin, S.Pd., M.Pd., turut mengapresiasi langkah PGRI Kecamatan Kelara dan para orang tua dalam membangun kesepahaman mengenai kebijakan pendidikan tersebut.

Menurut Zaidil, komunikasi antara sekolah dan orang tua menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program. Ia menegaskan bahwa penerapan Full Day School perlu didasarkan pada kesepakatan bersama, bukan melalui paksaan.

“Ini contoh model komunikasi yang baik. Full Day School harus lahir dari kesepakatan orang tua, bukan paksaan. Kalau 175 orang tua sudah sepakat, ini modal sosial yang kuat. Kami PGRI Kabupaten mendukung penuh,” ungkap Zaidil.

Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, uji coba Full Day School di sekolah tersebut diharapkan dapat berjalan melalui kolaborasi antara sekolah, orang tua, pengawas pendidikan, dan pemerintah setempat, dengan hasil evaluasi sebagai bahan pertimbangan untuk pelaksanaan selanjutnya.  (Ikbal Nakku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *