Nusantara

Listrik Kerap Padam, Warga Jeneponto Keluhkan Pelayanan PLN dan Desak Pemerintah Turun Tangan

JENEPONTO, globalaktual.my – Keluhan masyarakat Kabupaten Jeneponto terhadap pelayanan pasokan listrik kembali mencuat. Pemadaman listrik yang disebut-sebut kerap terjadi di wilayah Jeneponto hingga perbatasan Bantaeng dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan berbagai sektor pekerjaan.

Kondisi tersebut memicu keresahan warga. Masyarakat mengeluhkan seringnya aliran listrik terputus, sehingga aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hingga kegiatan usaha menjadi terhambat.

Keluhan warga itu disampaikan melalui media online sebagai bentuk aspirasi sekaligus harapan agar pihak PT PLN (Persero), khususnya jajaran PLN yang melayani wilayah Jeneponto, segera melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan kelistrikan.

Menanggapi kondisi tersebut, Junalis Sulsel menilai persoalan pemadaman listrik yang berulang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta pihak PLN melakukan pembenahan serius, termasuk mengevaluasi kinerja pimpinan unit pelayanan PLN di wilayah Jeneponto.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat seringnya pemadaman listrik. Persoalan ini harus ditangani secara serius. Jika memang kinerja pimpinan PLN tidak mampu memberikan pelayanan yang baik, perlu dilakukan evaluasi, bahkan pergantian pejabat yang bertanggung jawab,” tegas Junalis Sulsel.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian pasokan listrik yang stabil karena listrik sudah menjadi kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas rumah tangga, pekerjaan, pendidikan, maupun kegiatan perekonomian.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Jeneponto tidak tinggal diam menyikapi keluhan tersebut. Pemerintah daerah diharapkan segera berkoordinasi dan memanggil pihak PLN untuk meminta penjelasan mengenai penyebab seringnya pemadaman listrik serta langkah konkret untuk mengatasinya.

Selain pemerintah daerah, anggota DPRD Kabupaten Jeneponto juga diminta turun tangan menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Jeneponto bersama DPRD harus turun tangan. Panggil pihak PLN dan minta penjelasan secara terbuka. Masyarakat ingin mendapatkan pelayanan listrik yang baik, bukan terus-menerus mengalami pemadaman tanpa kepastian,” ujarnya.

Ia berharap pertemuan antara pemerintah daerah, DPRD, dan jajaran PLN dapat menghasilkan solusi nyata, sehingga gangguan pasokan listrik tidak terus berulang dan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan nyaman.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PLN terkait penyebab maupun frekuensi pemadaman listrik yang dikeluhkan masyarakat. Karena itu, klarifikasi dari pihak PLN Jeneponto diperlukan agar persoalan ini dapat diketahui secara utuh dan berimbang.

Masyarakat berharap persoalan kelistrikan di Kabupaten Jeneponto segera mendapat perhatian serius, sehingga pelayanan publik dan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.  (Ikbal Nakku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *