Lapas Narkotika Muara Beliti Gandeng Muhammadiyah Musi Rawas Tingkatkan Pembinaan Warga Binaan
MUARA BELITI, globalaktual.my – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Muara Beliti memperkuat program pembinaan warga binaan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Musi Rawas Tahun 2026. Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, di lingkungan lapas.
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui berbagai program, meliputi pembinaan kepribadian, pembinaan keagamaan, pendidikan, penyuluhan, hingga pemberdayaan. Program tersebut diharapkan mampu membentuk karakter warga binaan sekaligus mempersiapkan mereka untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Kalapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Herdianto, mengatakan sinergi dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan merupakan bagian dari upaya menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, profesional, akuntabel, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap program pembinaan di dalam lapas dapat berjalan lebih optimal. Kehadiran Muhammadiyah sebagai mitra diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam membentuk karakter, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta membekali warga binaan dengan nilai-nilai kehidupan yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” ujar Herdianto.
Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat menjadi langkah strategis dalam mendukung keberhasilan pembinaan dan proses reintegrasi sosial warga binaan. Karena itu, Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti berkomitmen terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai pihak guna mewujudkan tujuan pemasyarakatan secara optimal.
Kerja sama antara Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Musi Rawas diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam menciptakan program pembinaan yang berkelanjutan, sehingga warga binaan memiliki bekal moral, spiritual, dan sosial yang lebih baik saat kembali ke kehidupan bermasyarakat. (Red)
