BLK Kota Banjar Buka Pelatihan Gratis, Peserta Tak Hanya untuk Warga Banjar
BANJAR, globalaktual.my — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banjar, Jawa Barat, membuka kesempatan pelatihan keterampilan kerja bagi masyarakat secara gratis. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Banjar, tetapi terbuka bagi peserta dari luar daerah hingga seluruh Indonesia, sesuai ketentuan program pelatihan yang tersedia.
Kepala UPTD BLK Kota Banjar, Doni Ismaya, S.IP, mengatakan pelaksanaan pelatihan harus disesuaikan dengan jenis kejuruan yang tersedia serta didukung instruktur yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Menurut Doni, sejumlah kejuruan yang dapat diberikan melalui pelatihan antara lain otomotif, khususnya sepeda motor, pertukangan kayu, pembuatan roti dan kue, menjahit, serta teknik pendingin atau air conditioner (AC).
“Pelaksanaan pelatihan harus disertai dengan keberadaan instruktur yang mengajar sesuai dengan bidang pelatihannya,” ujar Doni.
Ia menjelaskan, masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan harus terlebih dahulu mengikuti proses pendaftaran dan seleksi. Peserta yang dinyatakan lolos kemudian mengikuti pelatihan sesuai program yang tersedia.
Program tersebut merupakan bagian dari pelatihan yang mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Ketenagakerjaan. BLK daerah dalam pelaksanaannya berperan sebagai tempat penerima manfaat, sedangkan peserta mengikuti proses seleksi dan pelatihan sesuai ketentuan program.
Doni menegaskan, pelatihan di BLK tidak dipungut biaya. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta diarahkan agar dapat masuk ke dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Pelatihannya gratis. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diarahkan untuk bisa bekerja di perusahaan atau menjadi wirausaha,” katanya.
BLK Kota Banjar juga memiliki target agar lulusan pelatihan tidak berhenti hanya pada tahap memperoleh sertifikat keterampilan. Tahun ini, target yang dicanangkan adalah sekitar 80 persen lulusan dapat terserap dalam dunia kerja atau mampu menjalankan usaha.
Penempatan lulusan dapat dilakukan melalui dua jalur, yakni bekerja di industri atau perusahaan dan mengembangkan usaha mandiri.
Doni mengatakan, Kota Banjar memiliki keterbatasan jumlah perusahaan sehingga pihaknya juga mendorong lulusan untuk memiliki kemampuan kewirausahaan.
Meski demikian, BLK tidak secara otomatis memberikan bantuan modal maupun peralatan usaha kepada peserta yang memilih jalur wirausaha. Pendampingan dan pemantauan tetap dilakukan agar alumni dapat mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.
“Setelah mereka lulus, tetap ada controlling atau pemantauan. Kita ingin melihat kelanjutan mereka, apakah bekerja atau melanjutkan di bidang usaha,” jelasnya.

Untuk menjangkau masyarakat, informasi pembukaan pelatihan disebarluaskan melalui berbagai saluran. Selain media sosial, BLK juga memanfaatkan jaringan komunikasi desa dan kelurahan untuk menyampaikan informasi kepada calon peserta.
Setiap pembukaan program pelatihan, informasi disebarkan melalui grup WhatsApp desa dan kelurahan serta media sosial yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
Menurut Doni, pola sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa pelatihan di BLK dapat diikuti secara gratis dan terbuka sesuai persyaratan program.
“Setiap ada pembukaan pelatihan, selalu kita sosialisasikan melalui grup WhatsApp desa dan kelurahan serta media sosial,” ujarnya.
Fokus Peserta dan Program Pelatihan
Doni menjelaskan, sasaran peserta pelatihan disesuaikan dengan program yang tersedia. Untuk sejumlah program pelatihan, peserta lebih diarahkan kepada lulusan SMA maupun SMK.
Sementara itu, terdapat pula program lain yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat dengan latar belakang pendidikan berbeda, sesuai dengan ketentuan masing-masing program.
Untuk pelatihan tertentu, peserta juga dapat memperoleh kesempatan mengikuti pemagangan sebagai bagian dari proses menuju dunia kerja.
UPTD BLK Kota Banjar saat ini memiliki sejumlah workshop yang digunakan untuk mendukung kegiatan pelatihan sesuai kejuruan yang tersedia.
Dengan sistem tersebut, BLK Kota Banjar diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelatihan keterampilan, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk masyarakat untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha secara mandiri.
Doni menegaskan, kesempatan mengikuti pelatihan terbuka bagi masyarakat selama memenuhi persyaratan dan dinyatakan lolos dalam proses seleksi yang ditetapkan.
